Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Dan Suatu Ketika

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Dan Suatu Ketika

    Post  ludwina on Sun Apr 24, 2011 7:39 pm

    Dan Suatu Ketika


    Suatu ketika…

    Tetanggaku Idolaku Menyerang Secara Terselubung

    Aku tengah terpaku depan komputer, tak sengaja mataku menangkap sesosok pria dengan celana basket+jaket+tutup kepala sambil merokok melangkah ditengah gerimis sore itu. "Wah… that guy look’s so cool, tipe gw banget tuh" gumamku.

    Selang waktu berlalu, rutinitas yang menjemu adalah aktivitas belajar (saat itu) karena begitu banyak tuntutan. Ku tarik nafas dalam-dalam, "ahhhhh….". Kedip mata sesaat, detik terbuka mata terkejut aku menyadari bahwa "d’cool guy sekarang ternyata menjadi tetanggaku". Senyumku menyeruak lebar sekali, beban terasa hilang tiba-tiba.

    Sore hari, aku kejar-kejaran dengan tetangga mungilku sedang beradu cepat-cepatan lari. Ups..d’cool guy lagi ngobrol ma temen-temen. Satu orang jongkok, tangannya menghalangi lariku spontan aku melompat "Aduh..CDku keliatan ga y,kan pke rok", pikirku.

    Pendekatan tanpa kusadari sedang dilakukan. Mulai dengan ngetem depan rumah belaga ngisi TTS, utus temen ngobrol dengan ku menanya" ttg foto sahabatku yang ada di gubukku. Sampai akhirnya Malam tiba, sang teman memancingku ngobrol di depan. Berawal tiga orang bicara, seorang mundur "Gw mo cek kerjaan dulu di kamar", satu ekor lagi "Aduh…ada yang kelupaan, bentar ya….". Jadilah gw ma d’cool guy berdua. Kursi panjang di angkat terus di pindah dekat pohon jambu air olehnya.

    Eng ing eng…..Deg-degan euy

    Ni cowo ngomong panjang lebar. Malam itu pertama kali kami kenal nama masing-masing setelah +/- 1 bulan menjadi tetanga baruku. Hembusan dinginnya malam menuntun masing-masing kami bercerita bab-bab masa lalu, sesi sedih-kenakalan-kebahagian-keluarga semua terluap malam itu. "Aneh??!!" yang terlintas di benak ku, kami bisa begitu terbuka , lugas dan seolah sudah saling mengenal lama. "Hebat???!!!" keterbukaanya mengagumkanku, "Jujur sekali pria ini".

    Dia seorang pemuda dari pulau yang jauh sekali, mungkin butuh 1 tahun menuju rumahnya dengan menggunakan getek. KTP+Kartu pelajar dikeluarkan dari dompetnya, seolah menjukkan bahwa dia tidak berbohong. Ia bertanya suku ku, ku sampaikan suku ku (Betawa-Sunda-Jawa). Tiba-tiba…

    "Gw selalu berharap bisa dapat gadis Solo", ucapnya.

    "Emm…kenapa? lembut ya imagenya gadis Solo? ", tanya ku.

    "Tapi, g dapet cewe Solo, cewe Betawi juga ga papa", sambil seolah membungkuk dan memijat kakinya yang terbujur.

    Berakli-kali kalimat dia terselip di antara percakapan kami, tanpa kusadari. Aku menyampaikan cita-cita dan angan-anganku "Gw selalu berdoa berharap mendapat seseorang yang bisa mengikat gw, mengajarkan dan mengenalkan gw apa itu sayang-cinta-suka". Menoleh dan tatapan matanya tajam sekali, terhentak aku dan berucap dalam hati "Subhanaallah, gantengnya…" (’-').

    Yang menggelikan, kepalanya menoleh dan memandangku hanya beberapa kali. Dia lebih sering menatap pohon jambu dekat kami bicara. "Ngomong ma pohon jambu ya?", tanya ku. Tersipu ia, lalu menunduk sambil merapikan robekkan lebar pada lutut jeans nya. Sungguh pria yang sangat manarik.

    "Gw butuh tiga tahun untuk menjadi lebih baik. Menjadi orang yang sukses. Menjadi orang yang berarti bagi keluarga dan membahagiakan seseorang. Gw jamin itu, Ann ", terucap begitu optimis.

    "Gw mau kok nunggu tiga tahun". Pedenya aku, malu..bergegas ku langkahkan kaki, masuk ke dalam gubukku.

    Akhirnya……

    Jeda 1 jam, aku keluar mengambil sesuatu yang tertinggal. Kaget, seseorang menarik tanganku lalu berkata "Coba lo ulang kalimat lo!"…"Gw mo meluruskan lagi…!!". Dia nampak begitu serius mengungkapkan pertanyaanya.

    "Iya..gw bilang gw mo nunggu 3 tahun itu", jawabku terbata-bata.

    "Serius lo…serius lo..????", guratan di keningnya disusul tatapan tajam dari wajahnya

    Jam menunjukkan waktunya kembali ke gubuk masing-masing. Elusan tangan hangat di atas kepalaku dan senyuman manis terlempar dari bibir yang seksi. Tanpa berkata apapun, itulah jawaban pencarian kami masing-masing malam itu.


    disarikan dari ternate fs

      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 10:25 pm