Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tidurlah dengan Posisi Miring Jika Sering Ngorok

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Tidurlah dengan Posisi Miring Jika Sering Ngorok

    Post  flade on Mon Apr 25, 2011 11:46 am

    Tidurlah dengan Posisi Miring Jika Sering Ngorok


    Bagi orang yang sering mendengkur alias ngorok, posisi tidur sangat mempengaruhi dengkuran tersebut. Tidur dengan posisi miring atau menyamping cukup efektif menguranginya, dengan satu syarat orang tersebut tidak boleh terlalu gemuk.

    Ngorok perlu diatasi karena tak hanya mengganggu orang lain yang mendengarkan, tetapi juga membahayakan orang yang bersangkutan. Disadari atau tidak, orang yang sering ngorok tidurnya kurang berkualitas jika dibandingkan dengan yang tidak ngorok.

    Diyakini, 75 persen orang yang ngorok juga mengalami sleep apnea atau henti napas yang tidak disadari selama tidur. Tersumbatnya saluran napas akibat sleep apnea menyebabkan suplai oksigen ke otak tidak lancar, sehingga orang tersebut bangun dalam kondisi tidak segar.

    Banyak pakar menyarankan, orang yang sering mendengkur saat tidur sebaiknya tidak tidur dalam posisi berbaring. Adanya gaya gravitasi menyebabkan organ-organ di pangkal tenggorokan turun dan mempersempit saluran napas, sehingga bergetar saat dilewati udara.

    Tidur menyamping bisa mengurangi efek gravitasi sehingga dengkuran juga akan berkurang. Dikutip dari NY Times, 54 persen orang ngorok bisa mengurangi dengkurannya hanya dengan mengubah posisi tidur dari telentang jadi menyamping atau miring.

    Sementara itu, sisanya sebanyak 46 persen tetap mendengkur meski sudah tidur dalam posisi miring. Hal ini adalah perkecualian, karena ada penelitian lain yang mengungkap faktor risiko yang membedakannya dengan 54 persen yang tidak mendengkur saat tidur menyamping.

    Penelitian yang dipublikasikan tahun 1997 itu membagi orang ngorok menjadi 2 kelompok, yakni positional snorer dan non positional snorer. Positional snorer adalah orang yang dengkurannya dipengaruhi oleh posisi tidur, sedangkan non positional snorer selalu ngorok dalam posisi apapun.

    Orang-orang yang masuk kategori positional snorer umumnya memiliki berat badan cenderung kurus hingga normal mendekati gemuk. Sementara yang termasuk dalam kategori non positional snorer umumnya memiliki berat badan berlebih atau overweight dan obesitas.

    Intinya adalah, tidur dalam posisi miring efektif mengatasi dengkuran jika seseorang tidak memiliki masalah dengan berat badan. Jika tubuhnya gemuk, satu-satunya cara mengatasi dengkuran adalah kombinasi diet dan olahraga untuk mengurangi berat badan.





      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 1:09 pm