Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kebiasaan Bayi Nangis di Malam

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Kebiasaan Bayi Nangis di Malam

    Post  flade on Mon Apr 25, 2011 11:50 am

    Kebiasaan Bayi Nangis di Malam Hari Bisa Pengaruhi Perilakunya


    Menangis dan terbangun di malam hari adalah rutinitas bayi pada bulan-bulan awal kehidupannya. Tapi jika kondisi ini terus terjadi maka bisa menjadi sinyal adanya masalah perilaku di kemudian hari.

    Dalam jurnal Archives of Disease in Childhood peneliti melaporkan bahwa bayi yang konsisten menangis dan terbangun di malam hari hingga beberapa bulan bisa membuatnya 2 kali lebih mungkin mengembangkan masalah seperti ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), depresi, kecemasan, perilaku agresif atau gangguan di awal mulai sekolah.

    Kesulitan perilaku yang paling umum pada anak-anak ini adalah kurangnya pengendalian diri dan ketidakmampuan untuk menenangkan diri atau bertindak dengan tepat dalam situasi sosial yang berbeda.

    "Kami menemukan hubungan yang sangat kuat antara gangguan di masa bayi dan gangguan perilaku atau ADHD seperti tidak bisa mengontrol diri dan mengendalikan perilakunya," ujar Dieter Wolke, profesor psikologi perkembangan di University of Warwick, Inggris, seperti dikutip dari Healthland.Time.

    Wolke mengungkapkan menangis dan sering terbangun di malam hari hanya tanda-tanda awal dari masalah perilaku yang melibatkan kurangnya kontrol diri. Setiap bayi akan terbangun beberapa kali di malam hari dan mungkin mulai menangis, tapi sebagian besar pada akhirnya bisa menenangkan dirinya sendiri dan kembali tidur.

    Tapi jika bayi sudah mulai memiliki gangguan perilaku, maka ia mungkin tidak bisa belajar pengedalian diri tersebut dan kejadian ini akan terus menerus berlanjut hingga melewati tahun pertamanya.

    "Beberapa bayi mungkin secara genetik rentan terhadap masalah pengaturan tingkah lakunya. Para ilmuwan baru-baru ini mengidentifikasi gen yang terlibat dalam fungsi dopamin, yang mengatur suasana hati dan emosi serta fungsi motorik," ungkap Wolke.

    Studi menunjukkan jika orangtua bisa mengenali gejala-gejala gangguan ini sejak awal, mungkin orangtua bisa memberikan cara untuk membantu bayi belajar lebih mengendaliakn dirinya sehingga tidak menjadi masalah yang lebih serius nantinya.

    Orangtua bisa memulai untuk membentuk rutinitas tidur bagi bayi sehingga memungkinkannya untuk tidur lebih nyenyak. Serta cobalah untuk mendorong bayi agar menemukan caranya sendiri agar bisa tertidur kembali.





      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 11:15 pm