Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kloset Duduk Bisa Picu Kanker Seviks

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Kloset Duduk Bisa Picu Kanker Seviks

    Post  flade on Wed Apr 27, 2011 6:05 am

    Kloset Duduk Bisa Picu Kanker Seviks


    Kanker serviks dikata bisa menyebar melalui kloset duduk. Konsultan Ginekologi dan Onkologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Laila Nuranna, MD, PhD mengatakan, tak mengelak potensi itu. Penyebaran kaker serviks bisa terjadi melalui kontak antarkulit di bagian genital.

    “Umumnya, kanker serviks memang bisa terjadi akibat hubungan seksual, tapi tidak menutup kemungkinan wanita yang masih virgin terkena infeksi virus Human Papiloma Virus (HPV) penyebab kanker serviks. Skin contact bisa dari kloset duduk,” katanya saat ditemui di FKUI, Salemba, Selasa, 26 April 2011.

    Data screening kanker serviks yang dilakukan di Jakarta menunjukkan, satu dari 700 - 1.000 orang responden positif menderita kanker serviks meski belum berhubungan seksual. Meski kemungkinannya hanya 2-3 persen, tapi ancaman itu ada.

    Setiap wanita perlu waspada dan segera melakukan pencegahan sejak dini. Meski sudah tersedia vaksin, tidak semua wanita bisa melakukannya, karena kendala biaya mahal. Pencegahan primer yang bisa dilakukan hanya memperbanyak sosialisasi pencegahan dan menghindari HPV dengan mawas diri.

    Semua wanita yang sudah melakukan hubungan seksual harus melakukan deteksi sedini mungkin. “Yang paling penting adalah lakukan screening bagi mereka yang sudah pernah berhubungan seksual untuk tahu lebih dini adanya prakanker sehingga bisa lebih mudah ditangani,” katanya.

    Meski termasuk penyakit mematikan, penyebarannya masih bisa dicegah. “HPV is friendly virus, tidak semua HPV menyebabkan kanker, sehingga bisa ditangkal dan diobati, asalkan melakukan screening secara dini,” ujarnya.



      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 7:24 pm