Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    "NII Tamat Setelah Kartosuwiryo Tewas"

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    "NII Tamat Setelah Kartosuwiryo Tewas"

    Post  pravda on Thu Apr 28, 2011 6:13 am

    "NII Tamat Setelah Kartosuwiryo Tewas"


    VIVAnews - Negara Islam Indonesia (NII) punya sejarah panjang di Bumi Indonesia. Bermula dari gerakan Darul Islam yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Tasikmalaya, Jawa Barat.

    Gerakan ini tak lantas hilang pasca Kartosoewirjo ditangkap dan dieksekusi pada 1962. Belakangan, NII kembali jadi sorotan setelah sejumlah orang dikabarkan menjadi korban penculikan dan pemerasan. Bukti, gerakan ini masih ada.

    Meski demikian, mantan pengikut NII, Ken Setiawan mengaku, sebenarnya NII yang bertujuan mendirikan negara Islam sudah tak ada lagi. "Bagi kami, NII tamat setelah Kartosuwirjo tewas," kata Ken, saat dihubungi VIVAnews.com, Rabu.
    Apa yang disebut NII saat ini, kata dia, tak lain tak bukan hanya organisasi yang bertujuan mengumpulkan uang sebanyak mungkin. "Tujuannya, mencari pengikut dan mencari uang," jelas pendiri NII Crisis Centre ini.

    Meski tak terang-terangan makar, Ken menilai, operasi NII saat ini tak kalah bahaya. "Mungkin bagi negara belum membahayakan, karena mereka tak melakukan aksi kekerasan. Senjata mereka hanya spidol, tapi lebih bahaya," tambah dia.

    Diungkapkan dia, NII model baru ini menyebar kecemasan dan keresahan di masyarakat. Hubungan silaturahmi anak-orang tua terputus, uang diperas, menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang. "Bahkan dengan merampok."

    Sebelumnya, Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto mengatakan, sejauh ini belum ada gerakan secara sistematis dari NII. Djoko menambahkan terkait gerakan NII ini, intelijen telah melakukan pembicaraan.
    "Tidak perlu dibesar-besarkan, selama itu tidak menganggu," ujarnya. Sejauh ini pemerintah mengaku belum mengetahui pasti apakah NII benar-benar bertujuan ingin mendirikan negara Islam. "Gerakan seperti itu kan tidak pernah terproklamirkan mendirikan negara," kata dia

    Menurut dia, tidak semua hal harus diarahkan ke NII, termasuk serangkaian jaringan baru terorisme yang belakangan terjadi.

    Sementara, Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengaku heran mengapa pemerintah melalui kekuatan intelijen tak mampu melihat gerakan masif NII. Luputnya gerakan ini dari pengamatan tentu patut dipertanyakan.

    "Menurut saya tidak masuk akal, sampai bisa merekrut puluhan ribu orang tanpa tidak terdeteksi dari awal. Pemerintah harus memberi jawaban dalam langkah konkrit," tuturnya. "NII itu tak berdiri sendiri. Berkembangnya gerakan sekterianisme, radikalisme, ini kok dibiarkan saja?"



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 5:11 pm