Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    36 Tahun Tubuh Sumadi Dipenuhi Benjolan

    Share
    avatar
    near

    128
    Age : 26
    Lokasi : JAKARTA UTARA
    09.02.11

    36 Tahun Tubuh Sumadi Dipenuhi Benjolan

    Post  near on Thu Apr 28, 2011 8:22 pm

    36 Tahun Tubuh Sumadi Dipenuhi Benjolan


    NGANJUK- Sumadi tak pernah menyangka seluruh tubuhnya dipenuhi benjolan. Warga Nganjuk, Jawa Timur, ini hanya pasrah benjolan secara perlahan menutupi tubuhnya.

    Di rumah sederhana Sumadi, warga Dusun Blimbing, Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, menghabiskan waktunya. Kondisi tubuh yang penuh dengan bentolan membatasi ruang geraknya. Bukan hanya karena merasa sakit, tapi juga masyarakat enggan berhubungan dengannya.

    Benjolan dengan ukuran bervariasi, mulai dari sebesar kelereng hingga sebesar bola sepak, terus tumbuh merata di sekujur tubuh. Benjolan itu muncul tidak pandang tempat, mulai kaki, tangan, perut, punggung, leher, bahkan kelapa.

    Sumadi mengaku sangat menderita dengan penyakitnya ini. Namun dia tak bisa berbuat banyak karena upayanya mencari kesembuhan ke beberapa tempat belum membuahkan hasil.

    Sumadi mengaku telah menderita sakit kulit ini sejak duduk di bangku kelas 4 SD atau saat usianya menginjak 10 tahun.

    Awalnya dia mengaku mengalami demam tinggi, namun tanpa sebab jelas tiba-tiba muncul benjolan di beberapa bagian tubuhnya. Karena tidak mempunyai dana Sumadi tak berani berobat ke rumah sakit. Akibatnya lama kelamaan benjolan itu semakin membesar dan merata di sekujur tubuh.

    Karena malu dengan ejekan teman-temannya, Sumadi kemudian memutuskan berhenti dari kelas 4 SD.

    Bahkan hingga usianya menginjak 46 tahun, benjolan tumor di tubuh Sumadi semakin menggila, hampir mirip dengan manusia akar yang heboh di Jawa Barat beberapa waktu lalu.

    Sumadi mengaku tidak hanya menderita secara fisik, namun juga mental. Batinnya tertekan karena dia tidak bisa bekerja, tak bisa bersosialisasi dengan masyarakat, bahkan tak bisa menikah.

    Pria 46 tahun ini mengaku pernah berobat ke RSUD Nganjuk menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Namun rumah sakit pemerintah tersebut menolak Sumadi tanpa alasan jelas.

    Namun saat dikonfirmasi perihal penolakan tersebut, pihak RSUD Nganjuk membantahnya. Kasubag Humas RSUD Nganjuk, Gunadi mengatakan, Sumadi memang benar pernah berobat pada 8 Januari lalu.

    Saat itu Sumadi sudah ditangani dokter rumah sakit dan diberi obat rawat jalan. Namun saat seharusnya dia kembali control, Sumadi tak kunjung datang hingga sekarang.

    sumber:okezone

      Waktu sekarang Tue Aug 22, 2017 12:14 pm