Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Gampang Kaget Belum Tentu Tanda Jantungan

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Gampang Kaget Belum Tentu Tanda Jantungan

    Post  clara on Fri Apr 29, 2011 3:20 pm

    Gampang Kaget Belum Tentu Tanda Jantungan


    Orang yang gampang kagetan konon katanya punya gangguan pada jantung. Tapi benarkah gampang kaget tanda penyakit jantung?

    "Gampang kagetan belum tentu karena jantung, karena ada orang yang kena jantung tapi dia tidak kagetan," ujar Dr dr Anwar Santoso, SpPD, FIHA, PhD disela-sela acara konferensi CardioMetabolic Conference 2011 di JCC.

    Umumnya rasa kaget muncul karena orang tersebut tidak siap merasakan dan mengalami sesuatu atau mendengar suara yang keras secara tiba-tiba, sehingga tubuh menjadi kaget. Setiap orang memiliki respons kaget yang berbeda-beda tergantung pada batas toleransinya.

    Ketika kaget biasanya disertai dengan tanda-tanda fisik lainnya seperti jantung berdebar-debar, detak jantung yang lebih keras dan cepat serta kadang napas yang pendek tapi cepat (memburu). Tapi bukan berarti hal tersebut menjadi gejala penyakit jantung.

    Gangguan yang terjadi pada jantung bisa bermacam-macam misalnya otot jantung yang tidak mendapat suplai oksigen, irama jantung yang tidak teratur (aritmia), adanya kebocoran di jantung atau penyakit jantung bawaan, penyakit jantung hipertensi, penyakit jantung anemia, penyakit jantung tiroid.

    "Masyarakat sebaiknya melakukan screening untuk mengetahui apakah tergolong risiko tinggi, sedang atau rendah. Untuk yang berisiko tinggi dan sedang harus dilakukan terapi dan pencegahan," ujar dokter yang berpraktik di RS Jantung Harapan Kita Jakarta.

    Dr Anwar menuturkan penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner dan stroke disebabkan oleh banyak faktor (multifaktor) dan bukan akibat faktor tunggal saja. Faktor-faktor tersebut ada yang bisa dimodifikasi salah satunya gaya hidup dan pola makan tapi ada juga yang tidak dimodifikasi seperti usia, genetik dan ras.

    Untuk menghindari risiko penyakit jantung, mulailah melakukan pola hidup sehat seperti rutin melakukan aktivitas fisik yang siklusnya terus berputar seperti berjalan, sepeda, renang atau lari, serta melakukan pola makan sehat dengan menghindari makanan berlemak dan tinggi garam.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 3:04 am