Y3hoo Forum Bicara Cinta

Selamat Datang di Portal Y3hoo



terima kasih atas kunjungan anda


Forum Gaul dan Informasi

Y3hoo Multi Bahasa

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» Cara Menangani Anak yang Sulit Makan
Yesterday at 9:52 am by lea

» Bahaya Punya Poni Samping
Yesterday at 9:38 am by lea

» 5 Cara Unik PDKT yang Sulit Ditolak Pria
Sat May 19, 2012 2:08 am by kuning

» Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
Sat May 19, 2012 2:04 am by kuning

» Bisnis Menggiurkan: Jasa Persewaan Pacar
Fri May 18, 2012 7:12 am by flade

» Jantung Sehat dengan Makan Ikan Dua Kali Seminggu
Thu May 17, 2012 9:11 am by via

» Facebook Bisa Buat Orang Khawatirkan Bentuk Tubuh
Thu May 17, 2012 9:08 am by via

» Kenali 5 Tanda Pasangan yang Cemburu Buta
Wed May 16, 2012 6:54 am by via

» Cemburu yang Berlebihan & Pengaruhnya Pada Pernikahan
Wed May 16, 2012 6:46 am by via

Sponsor Y3hoo

Bisnis Dahsyat tanpa modal

Image hosted by servimg.com
Image hosted by servimg.com
Image hosted by servimg.com
Kontak Jodoh
Image hosted by servimg.com

    Murahnya Sehat dengan Makan Tahu

    Share

    clara

    851
    23.01.09

    Murahnya Sehat dengan Makan Tahu

    Post  clara on Sun May 01, 2011 12:27 am

    Murahnya Sehat dengan Makan Tahu



    Tahu merupakan sumber protein murah yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan protein yang tinggi pada tahu, membuatnya dapat menjauhkan segala macam penyakit berbahaya.

    Tahu dibuat dengan mengentalkan sari kedelai menggunakan garam mineral (biasanya kalsium sulfat). Sari kedelai inilah yang membuat tahu kaya dengan manfaat kesehatan.

    Berikut beberapa manfaat kesehatan yang diperoleh dengan rajin makan tahu, seperti dilansir Lifemojo,:

    1. Mencegah penyakit jantung
    Sejumlah studi dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa asupan rutin protein kedelai yang terkandung dalam tahu dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol buruk) tanpa menurunkan HDL (kolesterol baik), yang menyebabkan penurunan risiko penyakit jantung.

    2. Meningkatkan produksi energi
    Tahu merupakan sumber makanan yang kaya zat besi, yang menyediakan 30 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk zat besi dalam 100 gram.

    Kehadiran zat besi dalam tahu terutama digunakan sebagai bagian dari hemoglobin yang membantu dalam ransportasi dan pelepasan oksigen ke seluruh tubuh mempromosikan produksi energi.

    Tahu juga menyediakan 10 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk tembaga, mineral penting yang dimanfaatkan dalam sel darah merah. Tembaga juga membantu dalam mengurangi gejala rheumatoid arthritis.

    3. Bermanfaat untuk wanita, khususnya wanita menopause
    Makanan yang berasal dari kedelai, seperti tahu mengandung isoflavon (fitoestrogen atau estrogen tanaman) yang bekerja pada tubuh seperti bentuk estrogen.

    Selama menopause, estrogen wanita berfluktuasi, baik naik atau turun di bawah tingkat normal. Nah, fitoestrogen dari kedelai dapat membantu menjaga keseimbangan hormon tersebut. Hal ini dapat membantu mengurangi frekuensi dan beratnya gejala hot flashes (rasa panas pada perut) pada wanita menopause.

    4. Mencegah osteoporisis
    Tahu juga bisa menjadi sumber yang kaya kalsium tergantung pada koagulan yang digunakan dalam pembuatan (seperti kalsium sulfat yang digunakan oleh produsen tahu).

    Hal ini membantu melindungi terhadap penyakit seperti kehilangan tulang, kelemahan tulang, rheumatoid arthritis dan osteoporosis. Penelitian baru juga menunjukkan bahwa isoflavon dalam makanan kedelai dapat memperkuat densitas (kepadatan tulang). Ini bisa membuat tahu berguna dalam menangkal penyakit tulang pada wanita postmenopause.

    5. Membantu menurunkan berat badan
    Tinggi protein membuat pemakan tahu tidak cepat merasa lapar. Juga, sifat rendah kalori (sekitar 80 kalori dalam 100 gram) tidak menambahkan kalori ekstra untuk menu diet Anda.

    6. Membantu pasien diabetes dengan masalah ginjal
    Diabetes dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, salah satunya gagal ginjal. Diabetes adalah penyebab utama kegagalan ginjal dengan tanda awal adanya sejumlah protein dalam urin.

    Sebuah penelitian dilakukan pada pria dengan diabetes tipe 2, yang semuanya didiagnosis dengan penyakit ginjal yang terkait dengan diabetes, menemukan bahwa protein kedelai dapat menurunkan 10 persen protein yang ditemukan dalam air seni.



      Waktu sekarang Mon May 21, 2012 5:44 am