Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Ajari Si Kecil Disiplin

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Ajari Si Kecil Disiplin

    Post  flade on Sun May 01, 2011 9:30 am

    Ajari Si Kecil Disiplin


    Si kecil yang memasuki usia balita, biasanya mulai suka marah dengan berteriak, memukul atau menendang. Bagaimana mengatasi anak dengan sikap seperti ini?

    Sebagai orangtua, Anda tentu akan merasa kesal melihat sikap anak tersebut. Tapi memarahinya bukanlah cara yang baik untuk mengatasi sikap buruknya itu. Marah-marah bisa membuat anak tidak menghargai dan menuruti Anda.

    Dilansir babycenter, sikap buruk yang ditunjukkan si kecil dengan cara berteriak, menangis, memukul atau menendang ini, sebenarnya adalah bagian dari perkembangannya. Anak yang mulai beranjak dua tahun melakukan hal-hal tersebut sebagai bagian dari caranya menumbuhkan rasa percaya diri dan bersikap mandiri.

    Sebagai orangtua yang bisa Anda lakukan adalah mulai mengajari si kecil disiplin. Bagaimana caranya? Berikut ini tipsnya:

    1. Dilansir eHow, saat anak bersikap baik jangan lupa untuk memberinya pujian. Begitu juga ketika si kecil bersikap buruk, Anda pun perlu memberinya hukuman.

    Terkadang orangtua lupa memberikan anak pujian ketika anak menunjukkan sikap dan sifat baiknya karena hanya fokus pada keburukannya saja. Anak bisa merasa tidak dihargai jika Anda hanya bereaksi saat dia bersikap buruk saja.

    2. Saat anak bersikap buruk, langsung ajak mereka bicara. Contohnya, jika anak baru saja memukul temannya karena rebutan mainan. Cobalah langsung tenangkan anak. Dengan pelan, bukan dengan nada marah, katakan padanya, "Kamu tidak boleh memukul saat marah atau dia tidak mau kasih mainannya. Tanya saja baik-baik sama teman kamu boleh tidak pinjam mainannya."

    Ketika mengajaknya mengobrol, Anda tidak hanya mengatakan kalau apa yang dilakukannya salah. Anda juga perlu memberinya solusi, bagaimana seharusnya bersikap.

    3. Ajari anak untuk membuat keputusan. Biarkan anak memilih apa yang ia mau, tapi Anda yang memberikan pilihan tersebut. Misalnya saja, apakah dia mau makan brokoli atau jagung, atau mana yang dia mau, sepatu merah atau biru.

    Dilansir KidsHealth, rata-rata balita marah karena mereka sedang mencoba mandiri. Mereka pun merasa ingin mengontrol situasi. Dengan memberinya pilihan, si kecil akan merasa merekalah yang memiliki kontrol.

    4. Dilansir Health24, Anda juga bisa menggunakan kontak mata untuk mendisiplinkannya. Saat si kecil tidak mau menurut, janganlah berteriak-teriak atau marah padanya. Cukup menatap mata anak, dengan sendirinya si kecil akan mengerti.

    Anda juga sebaiknya berhenti mengomel. Katakan saja pada si kecil, apa yang seharusnya ia lakukan. Kalau ternyata anak masih tidak mau menurut, berikan konsekuensi dari perbuatannya itu.

    5. Saat Anda merasa tidak tahan untuk mengomel atau marah, menjauhlah dari si kecil. Istirahatkan diri Anda dan tenangkan diri dulu agar tidak meluapkan kemarahan pada anak.





      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 6:58 pm