Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Suami Istri Ini Bunuh Diri Bersama

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Suami Istri Ini Bunuh Diri Bersama

    Post  via on Mon May 02, 2011 7:30 am

    Suami Istri Ini Bunuh Diri Bersama


    Don Flounders (81) dan istrinya, Iris (88) memutuskan mengakhiri hidup bersama setelah Don didiagnosis menderita kanker paru-paru sejak 2007. Pasangan asal London ini membeli obat untuk hewan dan meminumnya, Kamis pekan lalu.

    Pasangan yang mengakhiri hidup di Australia ini merekam 'video kematian' menjelang ajal. Video yang segera diunggah di YouTube itu dimaksud untuk kampanye meloloskan aturan hukum agar mereka yang menderita sakit parah diperkenankan mengakhiri hidup.

    Seperti dikutip dari Daily Mail, mereka ingin video itu bisa membawa sebuah perubahan dalam sistem hukum. Mereka ingin terbit aturan yang memungkinkan teman dan keluarga bisa menjadi saksi ketika ada orang yang ingin mengakhiri hidup mereka sendiri, tanpa takut pada hukum.

    Selama ini, hukum di Inggris dan Australia memuat aturan bahwa setiap orang yang hadir dalam aksi bunuh diri teman atau keluarga akan berhadapan dengan pengadilan.

    "Aku ingin memiliki pilihan akhir, bagaimana, dan kapan aku mati," kata Don dalam salah satu penggalan video, seperti dimuat dalam The Sunday Times. "Aku telah mencapai titik di mana kualitas hidup mengerikan. Aku tergantung pada Iris dan duniaku telah menyusut di kamar tidur kecil ini. Tidak ada kehidupan".

    Jasad pasangan ini ditemukan bergandengan tangan pada hari Jumat di rumah mereka di Waragul, Victoria. Putri mereka Gillian (58) dan anaknya Stephen (52) serta anggota keluarga lain, menyadari niat orangtua mereka.VIVAnews



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 8:44 pm