Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bahaya Timbunan Lemak di Perut

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Bahaya Timbunan Lemak di Perut

    Post  lea on Thu May 05, 2011 8:56 am

    Bahaya Timbunan Lemak di Perut


    Kegemukan menjadi momok bagi sebagian orang karena bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Secara spesifik, ternyata hal ini terkait bentuk dan area timbunan lemak pada perut.

    Menurut para ilmuwan, timbunan lemak perut dapat melipatgandakan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Seperti dilansir dari laman Daily Mail, sebuah penelitian pada hampir 16 ribu pasien jantung koroner, menemukan bahwa timbunan lemak perut bisa sangat berbahaya. Efeknya sama seperti merokok dan kadar kolesterol pasien cenderung tinggi.

    Penemuan ini menambahkan bukti bahwa masalah pada jantung dan pembuluh darah tidak hanya terkait dengan seberapa gemuk seseorang. Tetapi juga, letak timbunan lemak. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa timbunan lemak pada perut dan pinggang yang berbentuk seberti buah apel memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung. Hal ini jika dibandingkan dengan timbunan lemak di perut dan pinggang yang berbentuk seperti buah pir.

    Para peneliti di Mayo Clinic, Minnesota, meneliti dari 15.923 pasien dengan penyakit jantung koroner. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan lemak di pinggang berisiko dua kali lebih besar meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Dalam The Journal of the American College of Cardiology, Dr. Francisco Lopez-Jimenez menyatakan bahwa lemak di sekitar pinggang lebih aktif secara metabolik.

    "Hal ini memicu perubahan pada kolesterol, tekanan darah, dan gula darah. Namun, orang yang memiliki timbunan lemak di sekitar paha dan bokong tidak menunjukkan peningkatan risiko," katanya.

    Dokter sering menilai risiko penyakit jantung koroner dengan melihat indeks massa tubuh pasien. Indeks massa tubuh hanya didapatkan dari perbandingan berat dan tinggi tubuh.

    Tetapi para peneliti menyarankan, pasien dengan penyakit jantung yang memiliki indeks massa tubuh normal untuk mengurangi berat badan jika memiliki pinggang besar.





      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 3:09 pm