Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Pribadi Ini Rentan Jadi Korban Cuci Otak

    Share
    avatar
    clara

    945
    23.01.09

    Pribadi Ini Rentan Jadi Korban Cuci Otak

    Post  clara on Thu May 05, 2011 4:30 pm

    Pribadi Ini Rentan Jadi Korban Cuci Otak


    Istilah cuci otak menjadi perbincangan seiring pemberitaan tentang Negara Islam Indonesia yang menghangat belakangan ini. Mekanisme ini juga disebut-sebut sebagai cara teroris merekrut anggotanya untuk melakukan tindakan tak rasional.

    Dr Surjo Dharmono Sp.KJ (K), staf bagian psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, menyebut mekanisme itu sebagai bagian dari ilmu kognitif terapi.

    "Ilmu ini mempelajari tentang pembelajaran yang salah sehingga tercipta suatu personality atau perilaku yang salah,” katanya dalam acara Pfizer Press Circle dengan tema 'Mengelola Stres dengan Benar', FX Plaza, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 Mei 2011.

    Menurutnya, ada beberapa tipe manusia yang mudah terpengaruh mekanisme cuci otak. Mereka umumnya memiliki ciri kepribadian yang labil dan rentan mengalami gangguan jiwa. Sementara tipe manusia dengan kepribadian yang stabil dan dewasa, tidak akan mudah masuk dan terjerumus dengan tindakan cuci otak.

    “Jika terlanjur masuk pun, mereka yang memiliki kepribadian stabil, akan mudah keluar. Namun, bagi mereka dengan kepribadian labil akan mudah terpengaruh dan sulit untuk keluar. Bahkan bisa timbul keinginan bunuh diri karena perasaan yang kacau akibat adanya paksaan dan tekanan,” ucapnya.

    Profesor Dr Jalaluddin Rachmat, pakar psikologi komunikasi dari Universitas Padjajaran menambahkan, mekanisme cuci otak sering digunakan ajaran tertentu untuk memperluas jaringan.

    “Caranya dengan membatasi informasi si target, tidak boleh terima informasi dari luar. Dan, biasanya ada kepatuhan mutlak pada pimpinan, sehingga jika sudah terjerat sulit keluar. Jika memaksa ingin keluar akan terancam nyawanya.“

    Mereka yang menjadi target cuci otak, pergaulannya pun akan dibatasi, hanya boleh bergaul dengan komunitasnya saja. Identitas aslinya pun seringkali diganti, ditanamkan perasaan bersalah yang berlebihan. Mereka juga dibikin gila terlebih dahulu, dibuat agar merasa ketergantunga terhadap kelompoknya.

    “Orang-orang yang sedang mengalami frustasi, mereka yang baru beradaptasi dengan lingkungan baru, mengalami kegelisahan, merasa terasing, akan lebih mudah dicuci otaknya. Terutama wanita, mereka lebih rentan dipengaruhi oleh kelompok-kelompok tersebut,” katanya.

    Untuk kembali ke kondisi yang normal, butuh proses konseling yang sangat lama. Efek cuci otak ini pun bisa menimbulkan gangguan kejiwaan yang cukup serius.





      Waktu sekarang Sun Aug 20, 2017 2:59 pm