Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sedot Lemak Tak Selalu Efektif

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Sedot Lemak Tak Selalu Efektif

    Post  via on Mon May 09, 2011 12:32 am

    Sedot Lemak Tak Selalu Efektif


    Banyak wanita menempuh cara cepat menurunkan berat badan, yaitu dengan operasi sedot lemak (liposuction). Rasa sakit dari prosedur sedot lemak ini tidak menghambat para wanita untuk melakukannya. Tapi ternyata, operasi ini tidak terlalu efektif, karena lemak akan muncul kembali.

    Seperti dilansir dari Shine, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Obesity diketahui kalau lemak yang disedot akan kembali muncul di area yang justru terlihat, seperti bahu dan tangan. Kesimpulan ini didapatkan setelah peneliti melakukan penelitian terhadap dua kelompok wanita.

    Kelompok pertama yang tidak termasuk dalam kategori obesitas tetapi melakukan liposuction di area perut atau paha. Kelompok kedua terdiri dari para wanita yang diminta menahan diri untuk melakukan liposuction. Menurut Dr. Teri Eckel, kepala peneliti, setelah operasi diketahui bahwa semua lemak kembali muncul. Kadang, dalam waktu satu tahun, lemak "terdistribusikan" ke area tubuh yang lebih tinggi.

    Wanita yang melakukan operasi sedot lemak pada area paha, kemungkinan besar jumlah sel-sel lemak di perut atas, trisep, atau area tubuh bagian atas lainnya akan berkembang lebih banyak. Juga diketahui hal ini terjadi bukan tergantung pada prosedur operasi. Peneliti menggarisbawahi hal ini terjadi karena "proses biologis dari lemak".

    Peneliti menjelaskan bahwa secara alami tubuh selalu mempertahankan lemak. Jika dihilangkan atau dikurangi, maka tubuh akan memproduksi sel-sel lemak baru untuk menggantikan yang hilang. Sel lemak memiliki "masa hidup" sekitar tujuh tahun dan ketika tak lagi aktif, maka akan terbentuk yang baru.

    Operasi sedot lemak ini kemungkinan besar merusak struktur dari area tempat penyimpanan lemak. Sehingga, sel-sel lemak muncul kembali dan berpindah pada area tubuh lainnya.





      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:56 am