Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Hasil Otopsi David Tak Ada Cap KBRI

    Share
    avatar
    Belldandy
    Moderator Umum

    1395
    Age : 34
    Lokasi : Pontianak
    19.01.09

    Hasil Otopsi David Tak Ada Cap KBRI

    Post  Belldandy on Wed Apr 08, 2009 7:24 pm

    Hasil Otopsi David Tak Ada Cap KBRI

    INILAH.COM, Jakarta - Sekian lama menantikan jawaban atas kematian David Widjaja, mahasiswa RI yang tewas di Singapura, keluarga terus menerus merasa kecewa akan proses hukum yang berjalan. Apalagi hasil otopsi yang selama ini ditunggu ternyata tidak sah.

    Berbagai ungkapan kekecewaan dan kekesalan langsung keluar dari kakak kandung David, William Widjaja, ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (7/4). Ia menyayangkan sikap pemerintah Singapura yang seolah meremehkan WNI yang berada di negaranya.

    "Ternyata mereka tidak memberikannya (hasil otopsi) kepada KBRI Singapura. Tim ahli forensik tak bisa memproses hasil otopsi itu jika tidak dilegalisasi oleh KBRI. Seharusnya mereka duluan yang tahu hasilnya," cetus William kesal.

    Berdasarkan UU, jika ada WNI yang meninggal di luar negeri maka perwakilan RI yang terdekat harus lebih dahulu mengetahui, termasuk hasil otopsinya. Namun ternyata, dalam kasus David, KBRI malah dilangkahi. Pihak Singapura mengirimkan hasil tersebut ke keluarga melalui e-mail.

    Sebab itulah ahli forensik UI, dr Ahmad Mun’im, tak bisa memproses hasil otopsi David. Tidak adanya stempel dari KBRI membuat sang dokter meragukan akurasi dan ketepatan hasilnya. Menurut William, hal ini merupakan sebuah konspirasi dari pemerintah Singapura.

    "Singapura seolah tidak memandang Indonesia. Ini sudah kelihatan kalau mereka berkonspirasi untuk menutupi sesuatu," lanjutnya. Pihak keluarga akan mengadakan konferensi pers pekan depan untuk mengumumkan temuan ini, segera setelah pemilu berlangsung. [vin/dil]

      Waktu sekarang Sun Jul 23, 2017 3:51 am