Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Hasil Otopsi David Tak Ada Cap KBRI

    Share

    Belldandy
    Moderator Umum

    1395
    Age : 33
    Lokasi : Pontianak
    19.01.09

    Hasil Otopsi David Tak Ada Cap KBRI

    Post  Belldandy on Wed Apr 08, 2009 7:24 pm

    Hasil Otopsi David Tak Ada Cap KBRI

    INILAH.COM, Jakarta - Sekian lama menantikan jawaban atas kematian David Widjaja, mahasiswa RI yang tewas di Singapura, keluarga terus menerus merasa kecewa akan proses hukum yang berjalan. Apalagi hasil otopsi yang selama ini ditunggu ternyata tidak sah.

    Berbagai ungkapan kekecewaan dan kekesalan langsung keluar dari kakak kandung David, William Widjaja, ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (7/4). Ia menyayangkan sikap pemerintah Singapura yang seolah meremehkan WNI yang berada di negaranya.

    "Ternyata mereka tidak memberikannya (hasil otopsi) kepada KBRI Singapura. Tim ahli forensik tak bisa memproses hasil otopsi itu jika tidak dilegalisasi oleh KBRI. Seharusnya mereka duluan yang tahu hasilnya," cetus William kesal.

    Berdasarkan UU, jika ada WNI yang meninggal di luar negeri maka perwakilan RI yang terdekat harus lebih dahulu mengetahui, termasuk hasil otopsinya. Namun ternyata, dalam kasus David, KBRI malah dilangkahi. Pihak Singapura mengirimkan hasil tersebut ke keluarga melalui e-mail.

    Sebab itulah ahli forensik UI, dr Ahmad Mun’im, tak bisa memproses hasil otopsi David. Tidak adanya stempel dari KBRI membuat sang dokter meragukan akurasi dan ketepatan hasilnya. Menurut William, hal ini merupakan sebuah konspirasi dari pemerintah Singapura.

    "Singapura seolah tidak memandang Indonesia. Ini sudah kelihatan kalau mereka berkonspirasi untuk menutupi sesuatu," lanjutnya. Pihak keluarga akan mengadakan konferensi pers pekan depan untuk mengumumkan temuan ini, segera setelah pemilu berlangsung. [vin/dil]

      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 5:29 pm