Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Cinta Bisa Redam Hipertensi dan Flu

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Cinta Bisa Redam Hipertensi dan Flu

    Post  clara on Wed May 11, 2011 7:40 am

    Cinta Bisa Redam Hipertensi dan Flu


    Jatuh cinta berjuta rasanya. Di balik efek bahagia yang sanggup membuat seseorang senyum-senyum sendiri, perasaan cinta yang tumbuh ampuh mengurangi tekanan darah, depresi dan penyembuhan luka.

    Perasaan cinta dalam sebuah hubungan membantu mengatasi stres. "Jadi jika kita memiliki seseorang yang bisa menjadi sandaran sekaligus memberi dukungan emosional, bermanfaat mencegah dampak stres,” kata Julianne Holt-Lunstad, dari Universitas Brigham Young, seperti dikutip Times of India.

    Penelitian Holt-Lunstad menemukan bahwa orang yang menikah dan merasa bahagia memiliki tekanan darah lebih rendah daripada orang yang belum menikah. Tapi sayangnya orang yang menikah namun tak bahagia berisiko memiliki tekanan darah lebih tinggi.

    Pasangan yang sedang dimabuk asmara, cenderung akan saling mendorong melakukan perawatan diri termasuk pencegahan penyakit dan melakukan gaya hidup sehat. "Hubungan romantis juga dapat memberikan makna rasa dan tujuan hidup yang dapat mendorong seseorang melakukan hal-hal positif," kata Holt-Lunstad.

    Arthur Aron, psikolog sosial di Universitas Stony Brook di New York, melakukan penelitian untuk mendeteksi manfaat rasa cinta pada berbagai tahapan perjalanan romantis. Mulai yang baru menjalin hubungan kasih, yang sudah berada dalam hubungan jangka panjang, dan mereka yang baru patah hati.

    Dalam studinya, Aron telah secara konsisten menemukan bahwa perasaan cinta memicu sistem dopamin otak. Dopamin adalah sebuah neurotransmitter yang kuat yang mempengaruhi kesenangan dan motivasi.

    Menurut penelitian University of North Carolina di Chapel Hill, memeluk dan memegang tangan, juga terbukti meningkatkan pelepasan hormon oxytocin. Ini akan menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh, mengurangi tekanan darah, meningkatkan mood dan meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit,

    Lebih jauh, para peneliti di Carnegie Mellon University di Pittsburgh menemukan bahwa mereka yang cenderung mengalami emosi positif seperti bahagia, senang dan santai lebih tahan terhadap flu biasa daripada mereka yang merasa cemas, sering bermusuhan, atau depresi.

    Sebuah pernikahan yang bahagia juga dapat mempercepat laju yang menyembuhkan luka, menurut sebuah studi tahun 2005 di Ohio State University. Ditemukan bahwa 30 menit sepasang suami istri itu melakukan diskusi positif bisa mempercepat kemampuan tubuh untuk pulih dari cedera setidaknya dalam waktu satu hari.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 9:16 am