Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Ludah Kelelawar Bisa Mengatasi Stroke

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Ludah Kelelawar Bisa Mengatasi Stroke

    Post  ludwina on Thu May 12, 2011 8:54 am

    Ludah Kelelawar Penghisap Darah Bisa Mengatasi Stroke


    Kelelawar vampire terkenal sebagai penghisap darah dari satwa liar, ternak atau darah manusia. Studi baru menemukan bahwa air liur (ludah) dari kelelawar vampire bisa membantu mengencerkan darah dan menolong pasien stroke.

    Penelitian menemukan air liur kelelawar vampire mengandung enzim DSPA (desmoteplase). Enzim inilah yang berfungsi mengencerkan darah korban sehingga membantu mengalirkan darah lebih leluasa.

    DSPA ini juga bisa digunakan untuk memecah gumpalan darah di otak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami stroke. Sebagian besar stroke yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak atau stroke istemik.

    Kondisi ini akan menghalangi aliran darah dan oksigen sehingga bisa mengakibatkan kematian jaringan. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan efek yang abadi seperti kelumpuhan, gangguan bicara dan penurunan kemampuan kognitif.

    Pada proses penanganan stroke, waktu memainkan peran yang penting untuk mengurangi risiko kerusakan otak yang mungkin terjadi. Makin cepat ditangani makin besar peluang untuk sembuhnya. Disinilah peran dari DSPA yang terkandung dalam air liur kelelawar tersebut.

    Dalam jurnal Stroke: Journal of the American Heart Association peneliti menemukan bahwa DSPA mungkin tidak hanya bisa bekerja dengan baik, tapi juga membantu pasien menunggu waktu lebih lama untuk mencari pengobatan.

    Dalam studi ini Robert L Medcalf dari Monash University di Australia menyuntikkan DSPA ke otak tikus. Diketahui DSPA ini menyerang fibrin tapi tidak menyebabkan kerusakan otak. Para ilmuwan menunjukkan bahwa DSPA bisa diberikan hingga 9 jam setelah seseorang terkena stroke tanpa efek samping.

    DSPA pertama kali ditemukan tahun 2003 dan studi pada manusia pertama yang kompleks dilakukan tahun 2006 oleh peneliti dari Ohio State University Medical Center. Didapatkan bahwa obat tersebut aman dan ditoleransi dengan baik oleh pasien. Saat ini studi ditujukan untuk menentukan apakah obat ini memiliki manfaat klinis untuk pasien stroke.

    "Kami ingin menawarkan pilihan lain untuk pasien ketika mereka terkena stroke. Karena semakin lama mereka mencari bantuan, maka pilihan yang tersedia semakin sedikit karena kerusakan sudah terjadi di otak," ujar Dr Michel Torbey dari Ohio State, seperti dikutip dari Healthland.TIME.



      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 10:41 pm