Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Sinar Matahari Siang Picu Kanker Kulit

    Share
    avatar
    online

    452
    27.08.09

    Sinar Matahari Siang Picu Kanker Kulit

    Post  online on Mon May 16, 2011 2:41 pm

    Sinar Matahari Siang Picu Kanker Kulit


    Sinar matahari di pagi hari sangat baik bagi kesehatan segala usia. Namun perhatikan waktu Anda dan keluarga terpapar sinar matahari langsung. Anak yang terkena matahari saat terik rentan terkena kanker kulit di kemudian hari.
    Ahli kanker mengatakan bahwa anak-anak harus diajarkan
    melindungi kulit dari sinar matahari sejak dini, terutama saat di sekolah. Penelitian terbaru menemukan hampir 40 persen dari siswa menderita terbakar matahari saat di sekolah.
    Seperti dilansir pada Daily Mail, hampir setengah orang tua dari 1.000 orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka terbakar matahari ketika di sekolah. Kulit anak sangat sensitif terhadap sinar matahari. Hal ini membuat mereka rentan terhadap kanker kulit di kemudian hari.

    Richard Clifford, anggota aliansi amal Kanker Kulit Inggris (Scuk), mengatakan bahwa anak-anak yang terlalu sering terkena sinar matahari akan mendapatkan banyak masalah kesehatan di kemudian hari. "Penting bagi mereka menggunakan tabir surya dan sunblock untuk mengurangi resiko."

    Menurutnya, sangat penting bagi pihak sekolah untuk mengambil peran. Guru harus mengingatkan murid-murid mereka untuk tidak hanya menggunakan sunblock tetapi juga menggunakan topi ketika berada diluar ruangan.

    Meskipun hanya setengah orang tua yang melaporkan hal tersebut, 45
    persen di antaranya tidak khawatir akan penyakit ini. Padahal, kanker
    kulit ganas seperti malignant melanoma telah membunuh 2 ribu orang
    setiap tahun.

    "Sengatan matahari pada kulit anak dapat melipatgandakan resiko kanker kulit di masa depan," ujar Dr Andrew Wright, konsultan dermatologis di St Luke's Hospital, Bradford.

    Di Indonesia sendiri, penderita kanker kulit semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sinar ultraviolet pada matahari yang bertanggung jawab atas kerusakan sel-sel kulit dan memicu berkembangnya kanker terjadi dalam jangka waktu yang lama.

    Walaupun orang Indonesia diuntungkan karena memiliki pigmen cokelat kehitaman yang melindungi kulit dari sinar ultraviolet, terbakar matahari secara terus menerus tentu akan meningkatkan resiko kanker kulit terutama bagi anak.

    Namun, bukan berarti anak harus benar-benar terhindar dari matahari karena pada jam-jam tertentu, seperti pada pagi hari, sinar matahari sangat baik untuk pertumbuhan anak. Sinar matahari pagi dapat merangsang kulit memproduksi vitamin D yang penting bagi kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh.

    Pada rentang waktu 10 pagi hingga 4 sore, anak-anak dianjurkan untuk
    terhindar dari sinar matahari. Karena, pada rentang waktu tersebutlah
    sinar matahari mengandung banyak sinar ultraviolet yang berbahaya.



      Waktu sekarang Thu Aug 17, 2017 10:33 pm