Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Yesterday at 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Penyebab Balita Masih Suka Ileran

    Share
    avatar
    flade

    948
    23.09.09

    Penyebab Balita Masih Suka Ileran

    Post  flade on Wed May 18, 2011 8:08 am

    Penyebab Balita Masih Suka Ileran


    Ileran atau biasa dikenal dengan istilah ngeces umumnya terjadi saat masih bayi atau berusia di bawah 1 tahun. Tapi kadang anak di atas 1 tahun masih suka ileran, kenapa bisa begitu?

    Beberapa balita dan anak pra sekolah ada yang memproduksi air liur lebih banyak daripada anak-anak seusianya, sehingga membuatnya sering mengeluarkan air liur (ileran). Kondisi ini biasanya juga didorong oleh kemampuan untuk menelan yang belum berkembang secara maksimal.

    Dr. William Sears menuturkan kelebihan air liur ini bisa menimbulkan gangguan atau masalah seperti tersedak dan batuk ketika air liur tersebut menetes ke tenggorokan dan mengganggu kemampuannya untuk berbicara secara jelas, seperti dikutip dari Parenting.com.

    Ileran umumnya adalah suatu hal yang normal atau wajar terjadi pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Seiring bertambahnya usia maka kebiasaan ini akan hilang karena semakin matangnya pengontrolan dari syaraf dan otot mulut.

    Umumnya kebiasaan anak mengiler akan berhenti saat ia berusia 18-24 bulan yang mana kemampuan menelannya sudah lebih baik. Tapi jika sampai berusia 4 tahun tak juga berhenti, kemungkinan ileran adalah gejala dari suatu penyakit terutama jika disertai dengan demam.

    Dalam kasus yang jarang terjadi, ileran merupakan tanda dari adanya gangguan infeksi seperti amandel, radang tenggorokan atau adanya sariawan di mulut atau lidah si kecil. Kondisi ini biasanya terjadi jika si kecil sebelumnya tidak pernah mengalami ileran.

    Air liur diproduksi oleh kelenjar liur di dalam rongga mulut, produksi ini akan meningkat pada kondisi tertentu seperti adanya rangsangan (dari dot atau empeng) yang terus menerus, tumbuh gigi serta infeksi pada kelenjar air liur dan organ dalam mulut lainnya.

    Dr Sears menyarankan ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasi kebiasaan anak mengiler yaitu:

    • Membantu si kecil mengembangkan kemampuan menelan, misalnya dengan mengajari anak menyeruput air melalui sedotan

    • Untuk mencegah iritasi kulit, sebaiknya menyeka air liur secara lembut dengan air hangat dan menepuk pelan (jangan menggosok)

    • Menempatkan celemek makan untuk menyerap air liur di bawah dagu sebelum ia tidur

    • Jika kebiasaan ini tidak juga hilang hingga usia 4 tahun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui lebih pasti penyebabnya.




      Waktu sekarang Sat Aug 19, 2017 12:39 pm