Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Melupakan Kenangan Pahit

    Share
    avatar
    kuning

    557
    07.10.09

    Melupakan Kenangan Pahit

    Post  kuning on Sun May 29, 2011 11:23 am

    Obat Baru untuk Melupakan Kenangan Pahit



    Kabar gembira bagi yang memiliki masa lalu yang kelam, para ilmuwan baru-baru ini menemukan obat untuk melupakan semua itu. Kenangan pahit akan hilang dari ingatan dan efeknya mampu bertahan beberapa hari sejak pemberian obat dihentikan.

    Obat yang dinamakan Metyrapone ini bekerja dengan menghambat produksi hormon kortisol. Selain memicu stres, hormon kortisol juga memegang peran penting dalam membangkitkan kembali kenangan-kenangan negatif yang tersimpan di dalam memori otak.

    "Hasil penelitian menunjukkan jika hormon stres berkurang maka otak lebih sulit mengingat kengangan-kenangan negatif di masa lalu," ungkap Dr Sonia Lupien, peneliti dari University of Montreal seperti dikutip dari ScienceDaily.

    Dr Lupien menyimpulkan hal itu setelah melakukan eksperimen pada 33 pria dewasa yang diminta untuk membaca atau mempelajari beberapa cerita. Ada 2 jenis cerita yang diberikan, yakni cerita dengan nuansa netral serta nuansa negatif dalam arti menyedihkan.

    Setelah mempelajari cerita tersebut, para partisipan dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama mendapat Metyrapone dosis tunggal, kelompok kedua mendapat obat yang sama dengan dosis ganda dan yang terakhir hanya diberi plasebo atau obat kosong.

    Setelah minum obat secara rutin selama 3 hari, para partisipan diminta menuturkan kembali cerita sedih yang dibacanya. Partisipan yang minum Metyrapone dengan dosis ganda paling susah menceritakan kembali sedangkan yang minum plasebo paling bagus ingatannya.

    Dalam eksperimen berikutnya, Dr Lupien menghentikan pemberian obat pada seluruh partisipan. Saat diamati kembali 4 hari kemudian, efeknya masih sama yakni partisipan yang mendapat Metyrapone tetap sulit mengingat cerita sedih meski sudah tidak minum obat.

    Dr Lupien berharap suatu saat nanti hasil penelitiannya bisa bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah kejiwaan yang berhubungan dengan stres. Salah satunya pada orang-orang yang mengalami gangguan stres paska trauma.



      Waktu sekarang Sun Aug 20, 2017 10:34 pm