Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Hati-hati Utang Tidur, Sulit Dibayar

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Hati-hati Utang Tidur, Sulit Dibayar

    Post  pravda on Sun May 29, 2011 11:41 am

    Hati-hati Utang Tidur, Sulit Dibayar



    Memotong jam tidur dengan alasan menyelesaikan tugas atau menuntaskan penasaran menonton DVD favorit berakibat buruk bagi kesehatan. Waktu yang Anda habiskan dengan terjaga di larut malam tidak bisa dibayar dengan tidur panjang di akhir pekan.

    Studi dari Brigham and Women Hospital di Boston menunjukkan, efek gangguan tidur jangka panjang, misalnya akibat shift malam atau belajar untuk ujian selama beberapa hari atau minggu, tidak bisa dibayar hanya dengan satu atau dua malam tidur nyenyak.

    "Banyak orang mengira bahwa mereka bisa dengan cepat mengganti utang tidur kronis hanya dengan sehari atau dua hari tidur nyenyak. Padahal keyakinan tersebut salah," tutur peneliti Daniel Cohen, MD, seperti dikutip situs webmd. Efek kurang tidur kronis ini, terang Cohen, akan tetap membayangi dan merusak performa saat Anda terjaga.

    Peneliti menemukan bahwa satu malam tidur panjang bisa menyembunyikan efek gangguan tidur dan mengembalikan performa ke level normal. Tetapi, efek ini hanya bersifat sementara waktu, bertahan sekitar enam jam setelah bangun. Selanjutnya, performa akan kembali memburuk. Selain itu, semakin lama Anda terjaga semakin banyak kesalahan akibat kelelahan yang akan terjadi.

    "Mereka yang kurang tidur selama bekerja atau sekolah dan mencoba menutupi kekuarangan tidur di akhir minggu kemungkinan tidak menyadari bahwa mereka sedang menumpuk utang tidur kronis," terang peneliti Elizabeth Klerman. Hal ini, lanjut Klerman, bisa memicu kondisi berbahaya, seperti mengantuk tiba-tiba saat menyetir atau saat sedang bekerja di malam hari.

    Dalam studi yang dipublikasikan di Science Translational Medicine ini, para peneliti meminta sembilan partisipan untuk mengurangi jam tidur. Mereka hanya tidur selama 5,6 jam per hari selama tiga minggu. Hasil menunjukkan, meskipun partisipan menggantikan ganguan tidur tersebut dengan satu malam tidur panjang selama 10 jam, efek jangka panjang gangguan tidur tersebut tetap ada.

    Partisipan dengan utang tidur kronis mengalami gangguan performa saat terbangun, sehingga mereka rentan melakukan kesalahan dan mengalami kecelakaan, khususnya saat larut malam. Sebagai contoh, ketika utang tidur bertambah, performa dalam tes waktu reaksi juga semakin memburuk.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:29 pm