Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Patah Hati Sama Seperti Sakit Fisik

    Share
    avatar
    ludwina

    127
    18.04.11

    Patah Hati Sama Seperti Sakit Fisik

    Post  ludwina on Mon May 30, 2011 3:05 am

    Patah Hati Sama Seperti Sakit Fisik


    Patah hati karena penolakan atau terluka, menurut penelitian terbaru, memiliki dampak yang hampir serupa seperti halnya sakit secara fisik. Para peneliti menemukan bahwa rasa sakit emosional yang kuat, seperti perasaan penolakan setelah putusnya hubungan, dapat memicu aktivitas otak mirip dengan ketika orang menderita sakit fisik.

    Peneliti menggelar studi yang diikuti 40 partisipan yang mengalami putus cita romantis yang tidak diinginkan dalam enam bulan terakhir. Peneliti menganalisis aktivitas otak mereka selama dua situasi yang 'menyakitkan'.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dua situasi yakni berpikir tentang kehilangan pasangan dan mengalami penderitaan fisik ringan mirip dengan memegang secangkir kopi yang sangat panas, menyebabkan respons menjadi tumpang tindih di bagian otak.

    "Hasil ini memberitahu kita betapa seriusnya perasaan sakit hati," kata penulis studi Edward E Smith, direktur ilmu saraf kognitif di Columbia University. Smith menambahkan, tujuan utama kami adalah untuk melihat apa jenis pendekatan atau terapi mungkin berguna dalam mengurangi rasa sakit hati akibat penolakan.



      Waktu sekarang Thu Aug 24, 2017 4:17 am