Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Yesterday at 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Yesterday at 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Patah Hati Sama Seperti Sakit Fisik

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Patah Hati Sama Seperti Sakit Fisik

    Post  ludwina on Mon May 30, 2011 3:05 am

    Patah Hati Sama Seperti Sakit Fisik


    Patah hati karena penolakan atau terluka, menurut penelitian terbaru, memiliki dampak yang hampir serupa seperti halnya sakit secara fisik. Para peneliti menemukan bahwa rasa sakit emosional yang kuat, seperti perasaan penolakan setelah putusnya hubungan, dapat memicu aktivitas otak mirip dengan ketika orang menderita sakit fisik.

    Peneliti menggelar studi yang diikuti 40 partisipan yang mengalami putus cita romantis yang tidak diinginkan dalam enam bulan terakhir. Peneliti menganalisis aktivitas otak mereka selama dua situasi yang 'menyakitkan'.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dua situasi yakni berpikir tentang kehilangan pasangan dan mengalami penderitaan fisik ringan mirip dengan memegang secangkir kopi yang sangat panas, menyebabkan respons menjadi tumpang tindih di bagian otak.

    "Hasil ini memberitahu kita betapa seriusnya perasaan sakit hati," kata penulis studi Edward E Smith, direktur ilmu saraf kognitif di Columbia University. Smith menambahkan, tujuan utama kami adalah untuk melihat apa jenis pendekatan atau terapi mungkin berguna dalam mengurangi rasa sakit hati akibat penolakan.



      Waktu sekarang Tue Jan 17, 2017 9:41 am