Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Wanita Ini Menderita Fobia Pria

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Wanita Ini Menderita Fobia Pria

    Post  lea on Wed Jun 01, 2011 7:56 am

    Wanita Ini Menderita Fobia Pria


    Jantungnya bergedup kencang. Keringat mengalir deras. Tubuhnya panas. Napasnya pun seolah berhenti mendadak. Emily Day, 26, selalu mengalami serangan panik akut ini setiap kali berhadapan dengan pria. Bahkan, sekadar menghadapi pria pengantar parsel pun ia tak sanggup.

    Dokter mendiagnosisnya mengidap androphobia, gangguan kejiwaan yang ditandai dengan ketakutan berlebihan terhadap lawan jenis. "Saya bukan lesbi. Saya bisa tertarik melihat foto pria tampan, tapi saya sungguh takut berhadapan langsung dengan pria," katanya seperti dikutip The Sun.

    Pengidap fobia ini umumnya memiliki trauma atau pernah menjadi korban kekerasan pria. Namun, trauma itu tak pernah terjadi pada Emily. Yang mungkin berperan mengembangkan gangguan kejiwaannya adalah perceraian ayah dan ibunya. "Mereka bercerai ketika saya berumur enam tahun. Sejak itu saya tak pernah melihat ayah lagi."

    Emily menyadari ketakutan yang mungkin sangat tak rasional ini sejak kecil. Ia tak bisa melupakan serangan panik yang muncul saat ia membukakan pintu seorang pria yang bertugas mengantar parcel. Tubuhnya terbaring lemas. Saudaranya berpikir ia terserang demam. "Efek fobia biasanya baru hilang setelah 10 menit sampai satu jam."

    Selain menghindari membuka pintu rumah saat ada yang mengetuk, ia juga harus memastikan tak bertemu ayah temannya saat datang berkunjung. "Saya tidak pernah memiliki kekasih. Saya sangat ketakutan menghadapi pria," ujarnya. "Saya sangat sadar banyak orang yang mungkin melihat saya aneh."

    Ia sempat frustasi menghadapi kondisinya. Setelah mengetahui penyakitnya, ia mulai menjalani konseling psikologis. Selain terapi psikologis, ia juga mengikuti program pelatihan pernapasan untuk membantunya mengendalikan diri saat serangan muncul.

    Bekerja sebagai asisten konsultan, Emely terus berjuang melawan fobia itu. "Saya berharap suatu saat bertemu dengan pria yang bisa membantu saya melawan sakit ini. Pria yang bisa saya nikahi dan membuat saya hamil," ujarnya.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:09 pm