Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Pendendam, Alami Gangguan Kesehatan Permanen

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Pendendam, Alami Gangguan Kesehatan Permanen

    Post  lea on Wed Jun 01, 2011 10:58 am

    Pendendam, Alami Gangguan Kesehatan Permanen


    Pengalaman buruk di masa lalu menjadi momok menakutkan bagi hampir semua wanita. Sebuah penelitian menyimpulkan, kesehatan fisik wanita sangat dipengaruhi oleh pengalaman buruk dari hubungan masa lalunya.

    Dokter Alex Likerman bersama dengan sekelompok ilmuwan Universitas Chicago telah melakukan survei terhadap 1.500 wanita segala usia. Hasilnya, hampir 98 persen responden memiliki alasan merasa tersinggung karena ulah mantan kekasih, rekan kerja sebelumnya, atasan, ataupun kerabat.

    Seperti dilansir dari situs Genius Beauty, 70 persen responden yang memiliki dendam mengalami masalah kesehatan permanen. Kebanyakan di antaranya memiliki penyakit jantung dan maag.
    Penulis penelitian itu mengatakan bahwa kemarahan tidak hanya memengaruhi perasaan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan dan hubungan.

    Dari 70 persen kasus, 38 persen responden tidak dapat memaafkan mantan mereka, dan 32 persen bercekcok dengan kerabat dan teman. Mereka pun mengeluh karena situasi yang tidak normal kerap menimpa.

    Para ahli menyarankan agar wanita mencoba mengatasi emosi negatif tersebut. Menurut Likerman, memaafkan dan berhenti mengeluh adalah cara terbaik menghilangkan parasaan negatif. Hal ini tidak hanya dapat meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga kesehatan fisik seseorang.

    Untuk tujuan ini, para peneliti menyarankan agar mereka menemukan akar permasalahan dan tidak menunggu tindakan dari orang lain. Wanita itu harus sebaiknya mencari cara rekonsiliasi dan mengungkapkan perasaan. Hal ini penting karena dapat menghilangkan amarah dan keinginan untuk membalas dendam.



      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 10:16 am