Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mentimun Pun Bisa Menebar Maut!

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Mentimun Pun Bisa Menebar Maut!

    Post  clara on Wed Jun 01, 2011 7:42 pm

    Mentimun Pun Bisa Menebar Maut!


    Masyarakat Eropa dalam beberapa hari ini dikejutkan dengan merebaknya wabah bakteri e-coli yang terdapat pada sayuran mentimun. Bahkan di Jerman, bakteri e-coli yang terdapat pada sayuran yang diyakini banyak memberikan khasiat positif bagi tubuh ini dikabarkan telah merenggut nyawa 14 orang.

    Selama ini masyarakat Eropa memang cukup tanggap apabila terdengar kabar kurang baik, terutama menyangkut makanan yang mereka konsumsi. Pasalnya peredaran makanan di sesama negara satu benua itu begitu cepat sehingga penyebaran wabah penyakit yang berasal dari makanan, hewan ataupun udara dikhawatirkan dapat dengan mudah tersebar.

    Begitupula yang terjadi dengan mentimun ini. Para ahli kesehatan meyakini bakteri e-coli itu berasal dari Spanyol. Para pejabat kesehatan Spanyol juga buru-buru menepis tudingan itu, sambil menambahkan mereka masih melakukan penyelidikan.

    Badan kesehatan dunia PBB, WHO menyebut penyebaran wabah itu menjangkau wilayah yang 'sangat luas dan menyedihkan.' WHO telah mendesak sejumlah negara untuk bekerja sama dalam menemukan sumber penyakit tersebut.

    Menurut BBC, lembaga penanggulangan wabah penyakit di Jerman, Robert Koch Institute (RKI) mengakui terjadinya 329 kasus terkait mentimun beracun tersebut. Bahkan sejumlah laporan lainnya menyebut 1.200 kasus telah terjadi.

    Di Swedia, pemerintah setempat telah mencurigai 36 orang terinfeksi bakteri e-coli dan seluruhnya telah bepergian ke Jerman. ''Kami berharap jumlah yang terkena virus berkurang, tapi kenyataannya justru lebih buruk,'' kata Oliver Grieve, ahli medis dari lembaga kesehatan University Medical Centre Schleswig Holstein.

    Kasus serupa juga terjadi di Inggris, Swiss, Denmark dan Belanda. Dalam banyak kasus, gangguan pada sistem saluran pencernaan telah memicu terjadinya sindrom hemolitic uremik (SHU) yang merupakan penyebab gagal ginjal akut, umumnya pada anak-anak. Sindrom ini ditandai dengan tiga gejala klinis, yakni animea hemolitik mikroangiopati, trombositopeni dan gagal ginjal akut. Pada fase akut membutuhkan penanganan serius guna menghindari kematian atau kerusakan fungsi ginjal.

    Kecurigaan kini mengarah pada mentimun yang diimpor Spanyol dari Jerman dan diekspor ke negara Eropa lainnya. Uni Eropa juga mencurigai mentimun dari Almeria dan Malaga adalah sumber awal penyebaran penyakit tersebut. [republika]


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 12:59 am