Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Asap Dapur dan Dupa Bisa Memicu Kanker Nasofaring

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Asap Dapur dan Dupa Bisa Memicu Kanker Nasofaring

    Post  ludwina on Thu Jun 02, 2011 1:52 pm

    Asap Dapur dan Dupa Bisa Memicu Kanker Nasofaring


    Kanker nasofaring mungkin masih belum familiar dimasyarakat. Beberapa hal diketahui bisa menjadi pemicu, salah satunya adalah sirkulasi asap dapur yang buruk serta asap dari dupa.

    "Asap dapur kalau sirkulasinya tidak bagus dan juga asap dupa bisa memicu kanker nasofaring, karena ia merangsang nasofaring untuk produksi berlebih," ujar Prof Dr dr R Susworo, SpRad (K) Onk.Rad disela-sela acara promosi doktor atas nama Drs Yurnadi, MKes di Ruang Sena Pratista Sutomo Tjokronegoro, FKUI.

    Prof Susworo menuturkan kanker nasofaring merupakan penyakit genetik yang multifaktorial, yaitu dipengaruhi oleh genetik, lingkungan dan juga makanan yang dikonsumsi. Serta beberapa faktor risiko dari penyakit ini adalah ras (ras mongoloid diketahui lebih rentan), infeksi EBV (Epstein-Barr Virus) dan makanan.

    Makanan yang diduga bisa mempengaruhi atau memicu kanker nasofaring adalah makanan yang diawetkan seperti ikan asin, difermentasi, diasapi dan dibakar karena mengandung senyawa nitrosamin yang merupakan karsinogenik (senyawa penyebab kanker).

    Pada ikan asin, zat nitrosamin dihasilkan karena dalam proses pengasinan dan penjemurannya, sinar matahari bereaksi dengan nitrit pada daging ikan sehingga membentuk senyawa nitrosamin.

    "Umumnya tidak ada gejala yang khas dari kanker nasofaring, kalau pilek-pilek atau berdarah itu dianggap seperti hal yang biasa oleh masyarakat," ujar Prof Susworo dari Departemen Radiologi FKUI.

    Tapi sebagian besar masyarakat baru akan memeriksakan dirinya ke dokter jika kondisinya sudah parah seperti matanya juling atau adanya pembengkakan di leher (karena sudah bermetastatis atau menyebar ke leher) yang menandakan sudah masuk ke stadium lanjut.

    Untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker nasofaring, biasanya disarankan ke dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) untuk diperiksa tenggorokannya, jika ditemukan massa (benjolan) biasanya akan dilakukan biopsi untuk mendeteksi lebih lanjut.

    "Jika kanker ditemukan dalam stadium dini maka bisa disembuhkan dan untuk tingkat kekambuhannya sekitar 15 persen jika saat ditemukan pada stadium 1 atau 2," ungkapnya.

    Untuk di Indonesia kanker nasofaring masuk ke dalam 10 besar kanker yang sering ditemukan setelah leher rahim (serviks), payudara, hati dan paru-paru, tapi kalau dari bagian THT maka kanker nasofaring ini masih nomor 1.



      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 9:01 pm