Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bahaya Minuman Energi untuk Anak

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Bahaya Minuman Energi untuk Anak

    Post  ludwina on Fri Jun 03, 2011 5:57 am

    Bahaya Minuman Energi untuk Anak


    Minuman berenergi memang terasa nikmat dan segar di tengah cuaca panas. Minuman yang biasanya diminum dingin bukan hanya kegemaran orang dewasa. Anak pun banyak mengonsumsinya.
    Namun, hati-hati, minuman ini bisa membahayakan kesehatan dan berisiko memicu kegemukan pada anak.
    Minuman Energi bisa memicu terjadinya penumpukan kalori, apalagi bagi anak-anak yang kurang aktif secara fisik. Minuman energi mengandung 14 kali lebih banyak kafein. Minuman ini juga mengandung 10- 270 kalori per porsi, sehingga pantang diberikan kepada anak-anak.

    Seperti dikutip dari laman Daily Mail, para dokter justru menyarankan, konsumsi air putih adalah minuman terbaik yang bisa ditawarkan pada anak-anak untuk meredakan rasa hausnya. Atau konsumsi jus buah segar serta susu rendah lemak adalah pilihan minuman segar yang bisa ditawarkan pada si kecil.
    Seorang dokter bahkan memperingatkan, minuman berenergi kaya kafein mengandung stimulan yang bisa memicu terjadinya kejang, diabetes, masalah jantung, masalah perilaku dan bahkan kematian dini.

    Dr Holly Benjamin, penulis utama sebuah artikel yang dimuat dalam jurnal American Academy of Pediatrics menyebutkan, "Bagi kebanyakan anak yang terlibat dalam kegiatan fisik rutin, air putih adalah yang terbaik."

    Dia mengatakan, yang menjadi masalah saat ini, tingkat aktivitas kebanyakan anak terlalu rendah sehingga sulit untuk membakar kalori. Untuk itu, anak-anak sebenarnya tidak memerlukan minuman berenergi yang bisa menyebabkan obesitas dan kerusakan gigi.
    Dr Marcie Beth Schneider, spesialis dokter remaja dan anak anak dari Connecticut menyatakan anak dan remaja seringakali bingung memilih minuman olahraga dan minuman energi.

    “Beberapa anak minum minuman energi, mengandung sejumlah besar kafein ketika mereka ingin menghidrasi tubuh setelah olahraga. Ini berarti mereka mengonsumsi kafein dan kalori besar yang tak diperlukan tubuh," ujarnya.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 11:38 am