Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kendalikan Amarah Bila Tak Ingin Sesak Napas dan Kesemutan

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Kendalikan Amarah Bila Tak Ingin Sesak Napas dan Kesemutan

    Post  flade on Sat Jun 04, 2011 10:57 am

    Kendalikan Amarah Bila Tak Ingin Sesak Napas dan Kesemutan


    Berteriak-teriak dengan mata melotot belum tentu menandakan seseorang benar-benar sedang marah, sebab keduanya kadang bisa dibuat-buat. Namun jika sampai sesak napas dan kesemutan, bisa dipastikan emosinya benar-benar tak terkendali.

    Saat sedang sangat marah, seseorang bisa mengalami pernapasan pendek yang sangat cepat atau sering diistilahkan dengan 'napas yang memburu'. Dampak langsung yang sering menyertai kondisi ini adalah sesak napas bagi yang paru-parunya tidak cukup kuat.

    Kondisi yang disebut Hyperventilation Syndrome (Sindrom Hiperventilasi) ini sering dikira asma dan tak jarang dokter salah mendiagnosis. Padahal karena dipicu faktor psikologis, kondisi ini hampir tak pernah disertai kerusakan pada jaringan paru maupun sistem pernapasan.

    Meski tak mengancam jiwa seperti halnya sakit paru-paru yang sesungguhnya, Hyperventilation Syndrome tetap bisa memicu gangguan bila tak diatasi. Salah satu dampak tidak langsung yang ditimbulkan adalah mati rasa dan kesemutan di beberapa bagian tubuh.

    Napas pendek dan cepat yang berlangsung terus menerus menyebabkan pertukaran oksigen dengan karbondioksida terjadi sangat cepat. Sistem peredaran darah tidak mampu mengimbanginya sehingga terjadilah ketidakseimbangan komposisi biokimia dalam darah.

    Kadar protein dalam darah meningkat, di satu sisi kadar kalsiumnya turun drastis. Salah satu akibat dari kekurangan kalsium dalam darah adalah kesemutan dan mati rasa, khususnya di bagian jemari kaki dan tangan serta beberapa area di sekitar mulut.

    Sementara itu untuk mengatasinya, beberapa cara bisa dilakukan seperti dikutip dari Bangkokpost.

    • Jangan panik, sebab pada umumnya gejala sesak napas dan kesemutan tidak membahayakan jiwa. Usahakan untuk meredam emosi dan cobalah untuk bernapas perlahan dengan lebih rileks.

    • Jika sulit mengatur napas, ambil kantong kertas lalu bernapaslah di dalamnya untuk beberapa saat. Pastikan mulut dan hidung tertutup untuk membatasi terjadinya pertukaran oksigen dan karbondioksida.

    • Ada baiknya memberitahu orang lain, bahwa gangguan ini bukan asma dan hanya muncul saat tidak mampu mengontrol emosi. Langkah ini berguna untuk menghindari kepanikan pada orang-orang di lingkungan sekitar.

    • Belajarlah mengontrol emosi dan mengelola stres, cobalah untuk selalu menghadapi masalah dengan lebih rileks.

    • Olahraga secara teratur bisa mengurangi risiko Hyperventilation Syndrome, sebab paru-paru yang terlatih akan lebih mampu mentoleransi berbagai perubahan kondisi pada sistem pernapasan.

    • Bila semua cara di atas tidak berhasil, hubungi psikolog untuk berkonsultasi atau datangi psikiater untuk mendapatkan obat-obatan pereda stres.




      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 7:15 am