Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Minum Setelah Menangis

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Minum Setelah Menangis

    Post  flade on Sat Jun 04, 2011 11:10 am

    Cepatlah Minum Setelah Menangis untuk Mencegah Dehidrasi


    Saat menangis tubuh akan kehilangan sejumlah cairan, untuk itu minumlah air yang cukup setelah menangis agar tidak terjadi dehidrasi yang nantinya dapat memicu sakit kepala. Dan mengonsumsi air putih juga bisa membantu menenangkan dan mengurangi tekanan

    Menangis memang diketahui bisa membuat seseorang merasa lega dan lebih baik, hal ini karena ada anggapan dengan menangis bisa membantu mengeluarkan tekanan yang ada di dalam tubuh.

    Ketika menangis saluran air mata akan mengeluarkan kombinasi dari air, minyak dan lendir ke mata. Beberapa air mata akan berjalan melalui lubang kecil di sisi kelopak mata mengalir ke rongga hidung sehingga menyebabkan keluarnya ingus.

    Louann Brizendine, seorang dokter ahli saraf di University of California, San Francisco menuturkan ketika seseorang mengalami rasa sakit fisik, kesedihan emosional serta frustasi maka amygdala otak yang merupakan bagian dari sistem limbik (emosional otak) akan mendapatkan sinyal.

    Jika stimulus atau rangsangan yang didapatkan cukup besar, maka energi bisa berpindah dari area emosional ke dalam bagian frontal motor strip. Kondisi inilah yang akan membuat seseorang tersedu-sedu ketika bernapas saat nangis, seperti dikutip dari Wall Street Journal.

    Terkadang kondisi ini juga dipengaruhi oleh faktor emosional seseorang, jika ia bisa mengendalikan atau mengontrol emosinya maka tangisan yang muncul tidak akan membuatnya tersedu-sedu.

    Selain itu secara biologis saluran yang berfungsi meneteskan air mata pada perempuan lebih besar dibanding laki-laki, sehingga membuat perempuan lebih mudah menangis. Sedangkan cairan air mata mengandung garam yang bisa menyebabkan mata menjadi merah dan pembuluh darah di bawah kulit mata yang tipis akan membesar.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 11:32 pm