Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Minum Setelah Menangis

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Minum Setelah Menangis

    Post  flade on Sat Jun 04, 2011 11:10 am

    Cepatlah Minum Setelah Menangis untuk Mencegah Dehidrasi


    Saat menangis tubuh akan kehilangan sejumlah cairan, untuk itu minumlah air yang cukup setelah menangis agar tidak terjadi dehidrasi yang nantinya dapat memicu sakit kepala. Dan mengonsumsi air putih juga bisa membantu menenangkan dan mengurangi tekanan

    Menangis memang diketahui bisa membuat seseorang merasa lega dan lebih baik, hal ini karena ada anggapan dengan menangis bisa membantu mengeluarkan tekanan yang ada di dalam tubuh.

    Ketika menangis saluran air mata akan mengeluarkan kombinasi dari air, minyak dan lendir ke mata. Beberapa air mata akan berjalan melalui lubang kecil di sisi kelopak mata mengalir ke rongga hidung sehingga menyebabkan keluarnya ingus.

    Louann Brizendine, seorang dokter ahli saraf di University of California, San Francisco menuturkan ketika seseorang mengalami rasa sakit fisik, kesedihan emosional serta frustasi maka amygdala otak yang merupakan bagian dari sistem limbik (emosional otak) akan mendapatkan sinyal.

    Jika stimulus atau rangsangan yang didapatkan cukup besar, maka energi bisa berpindah dari area emosional ke dalam bagian frontal motor strip. Kondisi inilah yang akan membuat seseorang tersedu-sedu ketika bernapas saat nangis, seperti dikutip dari Wall Street Journal.

    Terkadang kondisi ini juga dipengaruhi oleh faktor emosional seseorang, jika ia bisa mengendalikan atau mengontrol emosinya maka tangisan yang muncul tidak akan membuatnya tersedu-sedu.

    Selain itu secara biologis saluran yang berfungsi meneteskan air mata pada perempuan lebih besar dibanding laki-laki, sehingga membuat perempuan lebih mudah menangis. Sedangkan cairan air mata mengandung garam yang bisa menyebabkan mata menjadi merah dan pembuluh darah di bawah kulit mata yang tipis akan membesar.



      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 10:17 am