Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Jangan Remehkan Keringat Berlebih Saat Tidur

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Jangan Remehkan Keringat Berlebih Saat Tidur

    Post  ludwina on Mon Jun 06, 2011 6:29 am

    Jangan Remehkan Keringat Berlebih Saat Tidur



    Bangun tidur dalam kondisi basah kuyup biasanya dipicu oleh suhu ruang yang terlalu panas. Namun berbagai gangguan kesehatan mulai dari efek samping obat hingga gejala kanker juga bisa memicu keringat berlebih saat tidur di malam hari.

    Keringat berlebih saat tidur cukup sering terjadi dan tak jarang dirasakan sangat mengganggu karena membuat tidur jadi tidak nyaman. Dalam sebuah penelitian terhadap 2.267 orang, 41 persen mengaku mengalami kondisi ini dalam sebulan terakhir.

    Beberapa pemicu keringat berlebih saat tidur antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Medicinenet.

    1. Menopause
    Keluhan umum yang dirasakan para wanita di awal-awal masa menopause adalah hot flashes atau bercak merah yang terasa panas. Kebanyakan hot flashes tersebut muncul di malam hari dan memicu keringat berlebih karena suhu tubuh mengalami peningkatan.

    2. Hiperhidrosis idiopatik
    Beberapa orang memang memiliki gangguan produksi keringat yang disebut hiperhidrosis idiopatik. Jumlah dan ukuran kelenjar keringatnya normal, namun tidak bisa berfungsi dengan normal karena berbagai hal yang tidak diketahui pasti sebabnya.

    3. Infeksi
    Tuberculosis (TBC) merupakan infeksi yang paling sering memicu keringat berlebih di malam hari. Jenis infeksi lainnya yang juga meningkatkan produksi keringat di malam hari antara lain radang katub jantung (endocarditis) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV).

    4. Kanker
    Gejala awal pada beberapa jenis kanker ditandai dengan keringat berlebih, khususnya di malam hari. Jenis kanker yang paling sering disertai gejala ini adalah lymphoma.

    5. Efek samping obat-obatan
    Berbagai obat antidepresi golongan trisiklik maupun selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) diketahui memiliki efek samping memicu keringat berlebih. Sekitar 8-22 persen pemakai golongan obat ini mengalami keringat berlebih saat tidur.

    6. Hipoglikemia
    Kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia sering memicu keringat berlebih. Penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat-oat antidiabetes pada malam hari sering mengalami masalah dengan kondisi seperti ini.

    7. Gangguan hormon
    Kelebihan hormon tiroid atau hipertiroidisme bisa meningkatkan produksi keringat yang disertai munculnya bercak-bercak kemerahan di permukaan kulit. Kondisi hormonal lain yang memicu gejala seperti ini antara lain pheochromocytoma dan carcinoid syndrome.

    8. Sindrom kaki gelisah
    Gangguan saraf yang ditandai dengan sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome) merupakan gangguan tidur yang memicu keringat berlebih. Menurut penelitian, 66 persen penderita sindrom ini mengalami keringat berlebih karena selama tidur kakinya terlalu banyak bergerak.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 6:56 pm