Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Jangan Remehkan Keringat Berlebih Saat Tidur

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Jangan Remehkan Keringat Berlebih Saat Tidur

    Post  ludwina on Mon Jun 06, 2011 6:29 am

    Jangan Remehkan Keringat Berlebih Saat Tidur



    Bangun tidur dalam kondisi basah kuyup biasanya dipicu oleh suhu ruang yang terlalu panas. Namun berbagai gangguan kesehatan mulai dari efek samping obat hingga gejala kanker juga bisa memicu keringat berlebih saat tidur di malam hari.

    Keringat berlebih saat tidur cukup sering terjadi dan tak jarang dirasakan sangat mengganggu karena membuat tidur jadi tidak nyaman. Dalam sebuah penelitian terhadap 2.267 orang, 41 persen mengaku mengalami kondisi ini dalam sebulan terakhir.

    Beberapa pemicu keringat berlebih saat tidur antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Medicinenet.

    1. Menopause
    Keluhan umum yang dirasakan para wanita di awal-awal masa menopause adalah hot flashes atau bercak merah yang terasa panas. Kebanyakan hot flashes tersebut muncul di malam hari dan memicu keringat berlebih karena suhu tubuh mengalami peningkatan.

    2. Hiperhidrosis idiopatik
    Beberapa orang memang memiliki gangguan produksi keringat yang disebut hiperhidrosis idiopatik. Jumlah dan ukuran kelenjar keringatnya normal, namun tidak bisa berfungsi dengan normal karena berbagai hal yang tidak diketahui pasti sebabnya.

    3. Infeksi
    Tuberculosis (TBC) merupakan infeksi yang paling sering memicu keringat berlebih di malam hari. Jenis infeksi lainnya yang juga meningkatkan produksi keringat di malam hari antara lain radang katub jantung (endocarditis) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV).

    4. Kanker
    Gejala awal pada beberapa jenis kanker ditandai dengan keringat berlebih, khususnya di malam hari. Jenis kanker yang paling sering disertai gejala ini adalah lymphoma.

    5. Efek samping obat-obatan
    Berbagai obat antidepresi golongan trisiklik maupun selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) diketahui memiliki efek samping memicu keringat berlebih. Sekitar 8-22 persen pemakai golongan obat ini mengalami keringat berlebih saat tidur.

    6. Hipoglikemia
    Kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia sering memicu keringat berlebih. Penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat-oat antidiabetes pada malam hari sering mengalami masalah dengan kondisi seperti ini.

    7. Gangguan hormon
    Kelebihan hormon tiroid atau hipertiroidisme bisa meningkatkan produksi keringat yang disertai munculnya bercak-bercak kemerahan di permukaan kulit. Kondisi hormonal lain yang memicu gejala seperti ini antara lain pheochromocytoma dan carcinoid syndrome.

    8. Sindrom kaki gelisah
    Gangguan saraf yang ditandai dengan sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome) merupakan gangguan tidur yang memicu keringat berlebih. Menurut penelitian, 66 persen penderita sindrom ini mengalami keringat berlebih karena selama tidur kakinya terlalu banyak bergerak.



      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 8:34 am