Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Anak yang Senang Mengasari Teman Biasanya Kurang Tidur

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Anak yang Senang Mengasari Teman Biasanya Kurang Tidur

    Post  pravda on Mon Jun 06, 2011 6:40 am

    Anak yang Senang Mengasari Teman Biasanya Kurang Tidur


    Bullying atau perilaku kasar baik berupa olok-olok maupun kekerasan fisik sering terjadi di kalangan anak sekolah. Menurut penelitian terbaru, pelakunya rata-rata kurang tidur sehingga otaknya tidak mampu mengontrol perilaku agresif.

    Penelitian yang dilakukan di University of Michigan tersebut mengungkap, perilaku kasar akibat kurang tidur juga mempengaruhi kesehatan secara umum. Anak-anak yang kurang tidur rata-rata 2 kali lebih berisiko mengalami sesak napas dan mengantuk di kelas.

    "Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurang tidur punya peran dalam bullying atau perilaku agresif lainnya," ungkap salah satu peneliti, Louise O'Brien dalam laporannya di jurnal Sleep Medicine seperti dikutip dari HealthDay.

    Kurang tidur yang dialami sebagian pelaku bullying menurut O'Brien dipicu oleh bebagai gangguan tidur, terutama yang berhubungan dengan kerusakan pada saluran napas. Contohnya adalah sleep apnea atau henti napas serta penyempitan saluran napas penyebab ngorok.

    Faktor lain yang menyebabkan anak-anak tersebut kurang tidur adalah teknologi, misalnya terlalu banyak menggunakan komputer dan memainkan video game. Pemakaian teknologi secara berlebihan mengurangi aktivitas fisik, sehingga tubuh tidak cukup bugar untuk bisa tidur nyenyak.

    O'Brien menambahkan, kurang tidur sangat mempengaruhi bagian otak yang disebut prefrontal cortex yang fungsinya mengontrol emosi dan perilaku. Gangguan pada bagian ini memicu perilaku kasar, nakal dan rentan terlibat penyalahgunaan obat terlarang.

    Sementara untuk meningkatkan kualitas tidur pada anak, O'Brien menyarankan beberapa tips sebagai berikut.

    • Kurangi fasilitas elektronik di kamar anak, termasuk video game dan pesawat televisi

    • Buatkan jadwal tidur yang teratur, selama 11-13 jam/malam untuk anak prasekolah dan 10-11 jam/malam untuk anak sekolah

    • Jadikan tidur yang cukup sebagai prioritas utama dalam rumah tangga.




      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 2:53 pm