Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ibu Lebih Banyak Korbankan Waktu Tidurnya Dibanding Ayah

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Ibu Lebih Banyak Korbankan Waktu Tidurnya Dibanding Ayah

    Post  pravda on Mon Jun 06, 2011 6:45 am

    Ibu Lebih Banyak Korbankan Waktu Tidurnya Dibanding Ayah



    Pembagian tugas dan tanggung jawab dalam hidup berumah tangga tampaknya masih terpengaruh isu gender. Buktinya untuk mengurusi anak sejak bayi hingga balita, wanita lebih banyak mengorbankan waktu tidurnya dibanding pria.

    Temuan mengejutkan ini terungkap dalam sebuah penelitian di University of Michigan, Amerika Serikat. Sarah Burgard, ilmuwan yang memimpin penelitian tersebut mengumpulkan data dari 200.000 orangtua dalam rentang waktu antara tahun 2003-2007.

    Menurut penelitian tersebut, kehadiran anak dalam hidup berumah tangga menyebabkan para wanita sering terjaga selama rata-rata 44 menit disela-sela istirahat malam. Pria juga mengalaminya, namun durasinya lebih pendek yakni rata-rata hanya 30 menit.

    Saat dikaruniai baru momongan, 11 persen pria mengalami gangguan tidur sementara wanita lebih banyak mengalaminya yakni 32 persen. Pada tahap ini mungkin bisa dimaklumi, sebab bayi lebih membutuhkan kedekatan dengan ibunya terutama untuk menyusu.

    Namun kondisinya tidak jauh berbeda saat anak memasuki usia 1-2 tahun, gangguan tidur tetap lebih banyak dialami oleh perempuan. Sebanyak 10 persen wanita masih mengalami gangguan tidur, sementara pada pria sudah berkurang hingga 2 persen.

    Perbedaan durasi dan frekuensi terjadinya gangguan tidur juga masih tampak hingga anak memasuki usia 5 tahun. Pada periode tersebut, 3 persen wanita masih mengalami gangguan tidur sementara pada pria tinggal 1 persen saja yang mengalaminya.

    "Bagi wanita yang bekerja, beban yang tidak seimbang ini bisa mempengaruhi perkembangan karir. Pria punya cukup kesempatan untuk istirahat sementara wanita tidak," ungkap Sarah Burgard seperti dikutip dari ScienceDaily.

    Bagi kesehatan, gangguan tidur yang terlalu sering juga bisa memicu dampak merugikan. Dampak yang paling mudah dirasakan adalah rasa letih di siang hari, sedangkan dampak yang lebih serius akan dialami wanita yang punya riwayat depresi karena dapat memicu hasrat untuk bunuh diri.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 5:10 am