Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Ibu Lebih Banyak Korbankan Waktu Tidurnya Dibanding Ayah

    Share
    avatar
    pravda

    259
    07.06.10

    Ibu Lebih Banyak Korbankan Waktu Tidurnya Dibanding Ayah

    Post  pravda on Mon Jun 06, 2011 6:45 am

    Ibu Lebih Banyak Korbankan Waktu Tidurnya Dibanding Ayah



    Pembagian tugas dan tanggung jawab dalam hidup berumah tangga tampaknya masih terpengaruh isu gender. Buktinya untuk mengurusi anak sejak bayi hingga balita, wanita lebih banyak mengorbankan waktu tidurnya dibanding pria.

    Temuan mengejutkan ini terungkap dalam sebuah penelitian di University of Michigan, Amerika Serikat. Sarah Burgard, ilmuwan yang memimpin penelitian tersebut mengumpulkan data dari 200.000 orangtua dalam rentang waktu antara tahun 2003-2007.

    Menurut penelitian tersebut, kehadiran anak dalam hidup berumah tangga menyebabkan para wanita sering terjaga selama rata-rata 44 menit disela-sela istirahat malam. Pria juga mengalaminya, namun durasinya lebih pendek yakni rata-rata hanya 30 menit.

    Saat dikaruniai baru momongan, 11 persen pria mengalami gangguan tidur sementara wanita lebih banyak mengalaminya yakni 32 persen. Pada tahap ini mungkin bisa dimaklumi, sebab bayi lebih membutuhkan kedekatan dengan ibunya terutama untuk menyusu.

    Namun kondisinya tidak jauh berbeda saat anak memasuki usia 1-2 tahun, gangguan tidur tetap lebih banyak dialami oleh perempuan. Sebanyak 10 persen wanita masih mengalami gangguan tidur, sementara pada pria sudah berkurang hingga 2 persen.

    Perbedaan durasi dan frekuensi terjadinya gangguan tidur juga masih tampak hingga anak memasuki usia 5 tahun. Pada periode tersebut, 3 persen wanita masih mengalami gangguan tidur sementara pada pria tinggal 1 persen saja yang mengalaminya.

    "Bagi wanita yang bekerja, beban yang tidak seimbang ini bisa mempengaruhi perkembangan karir. Pria punya cukup kesempatan untuk istirahat sementara wanita tidak," ungkap Sarah Burgard seperti dikutip dari ScienceDaily.

    Bagi kesehatan, gangguan tidur yang terlalu sering juga bisa memicu dampak merugikan. Dampak yang paling mudah dirasakan adalah rasa letih di siang hari, sedangkan dampak yang lebih serius akan dialami wanita yang punya riwayat depresi karena dapat memicu hasrat untuk bunuh diri.



      Waktu sekarang Wed Aug 23, 2017 10:27 pm