Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Enam Fakta Seputar Sakit Kepala

    Share

    rizka

    80
    23.05.11

    Enam Fakta Seputar Sakit Kepala

    Post  rizka on Tue Jun 07, 2011 8:48 am

    Enam Fakta Seputar Sakit Kepala


    Anda merasa sakit kepala yang muncul disebabkan gangguan sinus? Jangan sampai salah pengertian. Faktanya, menurut penelitian, gangguan sinus tidak mengakibatkan sakit kepala.

    Jika Anda sering mengalami sakit kepala, wajib mengetahui enam fakta yang dilansir dari Shine berikut. Tentunya, agar Anda bisa mencari solusi tepat untuk mengatasinya

    1. Sebagian penderita migrain tak menyadarinya
    Sebanyak 50 persen penderita migrain tidak menyadari bahwa mereka mengalami gangguan. Tipe sakit kepala ini menyebabkan rasa nyeri pada salah satu sisi kepala, disertai dengan mual dan sensitivitas terhadap cahaya.

    Namun, bisa juga Anda tak mengalami semua gejala tersebut. "Banyak orang keliru bahwa mereka hanya mengalami ketegangan di daerah kepala," ujar Jason Rosenberg, MD, direktur Johns Hopkins Headache Center.

    Jason menganjurkan untuk menemui dokter, jika sakit kepala yang diderita mengakibatkan Anda tak dapat bekerja. Anda mungkin memerlukan obat resep sekelas Triptan. Jika mengalami migrain kronis, Anda memerlukan obat pencegah setiap hari untuk menangkal serangan.

    2. Tidak ada sakit kepala akibat sinus
    Lebih dari 90 persen orang berpikir bahwa mereka mengalami sakit kepala akibat sinus dan merasakan migrain. Banyak juga yang beranggapan hanya mengalami ketegangan di daerah kepala.
    Sakit kepala migrain memang sering terletak di atas area sinus. Karena itulah, banyak orang yang keliru dan menganggap hal tersebut adalah sakit akibat sinus.

    "Jika Anda sembuh setelah melakukan pengobatan untuk sinus, itu karena obat mengandung pereda nyeri. Untuk jangka panjang Anda memerlukan pengobatan migrain yang spesifik," ujar Brian Grosberg, MD, direktur Montefiore Headache Center di New York.

    3. Makanan bisa jadi penyebab sakit kepala
    Banyak makanan dengan bahan kimia yang dapat memicu migrain dan sakit kepala. Makanan-makanan yang harus dihindari adalah makanan yang banyak menggunakan monosodium glutamat (MSG).
    Termasuk makanan bebas gula dengan pemanis buatan seperti aspartam atau sucralose. Jika Anda mudah mengalami sakit kepala, hindari Tyramine, senyawa alami yang terkandung dalam jeruk, pisang, alpukat, daging olahan, keju, bawang dan kacang.

    4. Perokok mengalami sakit kepala yang berbahaya
    Perokok memiliki risiko tinggi mengalami jenis sakit kepala yang jarang ditemukan, tapi mengancam kesehatan. Hanya ada satu dari 1.000 orang yang mengalami 'rangkaian sakit kepala'.

    Namun, hal ini cenderung terjadi pada perokok. Gejalanya meliputi sakit kepala parah pada salah satu sisi kepala dan merasa gelisah atau marah. Jika Anda mengalaminya, segera periksakan ke dokter karena sakit kepala jenis ini dapat membahayakan Anda dan orang lain.

    5. Pembengkakan pembuluh darah di otak
    Jika sakit kepala parah datang dengan sangat tiba-tiba, yang disebut para ahli kondisi thunderclap, serta merasa kehabisan energi, atau bahkan terbangun dari tidur, segera periksa ke dokter.
    Karena, gejala-gejala ini dapat mengarah pada kondisi gangguan kesehatan berbahaya yang disebut dengan aneurisma. Yaitu kondisi di mana pembuluh darah pada otak membengkak seperti balon.

    6. Botoks dapat mengobati migrain
    Meskipun botoks dikenal sebagai pengobatan kecantikan, tetapi juga bisa mengatasi migrain. Hal ini pun telah terbukti secara ilmiah dan mulai banyak digunakan.

    "Spesialis sakit kepala telah berhasil menggunakannya (botoks) untuk mengobati sakit migrain dan melemahkan migrain selama lebih dari sepuluh tahun," ujar Peter McAllister, MD, asisten profesor neurologi klinis di Yale University School of Medicine.

    Para ahli percaya botoks dapat menghalangi sinyal saraf yang menyebabkan rasa sakit. Setiap kunjungan pengobatan, pasien akan mendapatkan 31 suntikan di tujuh area berbeda di sekitar kepala dan leher. Namun, jangan berharap suntikan akan menghilangkan kerutan wajah karena suntikan diberikan di daerah yang berbeda, dengan botoks untuk perawatan kecantikan.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 12:43 am