Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Tes Darah Diabetes Sebaiknya Diambil di Lengan Bukan Jari

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Tes Darah Diabetes Sebaiknya Diambil di Lengan Bukan Jari

    Post  flade on Thu Jun 09, 2011 6:12 am

    Tes Darah Diabetes Sebaiknya Diambil di Lengan Bukan Jari


    Untuk mengetahui kadar gula darah seseorang biasanya melakukan cek darah di jari. Tapi untuk melakukan diagnosis diabetes, darah yang diambil berasal dari pembuluh darah di lengan dan bukan di jari.

    "Dalam mendiagnosis diabetes, darah yang diambil berasal dari pembuluh darah vena atau dari lengan dan bukan pembuluh darah kapiler yang ada di tangan (jari)," ujar Dr dr Budiman Widjodjo, SpPD dalam acara konferensi pers Tingkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap Kasus Metabolik dan Endokrin untuk Mencegah Komplikasi Kronik yang Diakibatkannya, di Hotel Nikko Jakarta.

    Dr Budiman menuturkan seseorang dikatakan diabetes jika adanya gejala klasik yang muncul dan pemeriksaan darah setelah makan (2 jam) di atas 200 mg/dL, atau adanya gejala klasik yang muncul dan pemeriksaan darah saat puasa minimal 8 jam nilainya lebih dari 126 mg/dL.

    "Ada juga tes glukosa oral, yaitu seseorang boleh makan seperti biasa lalu diminta untuk puasa dan diberikan gula sebesar 75 gram untuk diminum selama 5 menit dan dilakukan pemeriksaan," ungkapnya.

    Gejala klasik yang muncul dari penderita diabetes ada 3 yaitu polyuria (banyak kencing), polydipsia (banyak minum) dan polyphagia (banyak makan).

    Diabetes bisa terjadi akibat kegagalan sel beta pankreas yang disebabkan oleh faktor genetik, resistensi insulin, usia, efek dari hormon pencernaan, penimbunan amiloid dan kadar gula darah yang terlalu tinggi.

    "Insulin berfungsi memasukkan gula ke otot atau jaringan lemak agar gula tersebut bisa diubah menjadi energi. Pada orang yang mengalami resistensi, insulin tersebut tidak bisa membantu memasukkan gula sehingga kadarnya menjadi tinggi," imbuhnya.

    Dr Budiman mengungkapkan pada saat seseorang terdiagnosis diabetes pertama kali umumnya jumlah sel beta pankreas tinggal 50 persen yang nantinya akan semakin menurun. Karenanya terkadang penderita diabetes pada suatu saat nanti harus diberi insulin dari luar.

    "Kalau sel beta pankreasnya habis maka tidak ada lagi insulin di dalam tubuh, jadi mau tidak mau harus diberi dari luar," ujar dokter dari divisi metabolik endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM.

    Saat ini tingkat kepedulian masyarakat terhadap diabetes masih rendah karena terbukti dengan banyaknya pasien yang datang dengan kasus komplikasi serius. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi kenaikan pasien diabetes melitus tipe 2 di Indonesia sebesar 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta pada tahun 2030 dan menempati urutan ke 4 di dunia setelah India, China dan Amerika Serikat.

    "Karena penyakit diabetes diturunkan secara genetik, maka penting bagi penderita untuk melakukan skrining terhadap keluarganya mengenai kemungkinan adanya diabetes," ujar Dr Budiman.



      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 12:23 am