Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    'Si Seksi' yang Akan Bawa Bencana?

    Share

    sangi

    282
    13.02.09

    'Si Seksi' yang Akan Bawa Bencana?

    Post  sangi on Mon Jun 13, 2011 8:43 am

    'Si Seksi' yang Akan Bawa Bencana?


    Perempuan memang identik dengan sepatu atau sandal bertumit tinggi (high heels). Selain menunjang penampilan kaum Hawa, pemakaian sepatu jenis itu dapat membuat mereka terlihat seksi.

    Namun siapa sangka jika terlalu sering menggunakan high heels ternyata akan menimbulkan petaka di masa tuanya nanti?

    Sebuah penelitian baru-baru ini dilakukan beberapa ilmuwan Inggris yang menemukan fakta, perempuan yang terlalu sering menggunakan sepatu berhak tinggi akan mudah merasakan sakit atau masalah pada kaki di hari tua nanti, seperti terserang risiko arthritis.

    Peneliti menjelaskan, sepatu tinggi dapat mengubah sikap dan meningkatkan tekanan pada sendi kaki, pergelangan kaki dan lutut, meningkatkan ancaman osteoartritis, bentuk yang paling umum dari kondisi tersebut.

    "Hal ini menyebabkan nyeri dan kekakuan pada sendi dan mempengaruhi sedikitnya delapan juta warga Inggris," kata peneliti.

    Peneliti melakukan survei terhadap 2000 orang, dan menemukan seperempat wanita memakai sepatu hak tinggi setiap hari atau 'sering' dan pemakainya terserang penyakit arthritis. Jumlah kasus itu meningkat, dengan enam dari 10 penderita memiliki kondisi itu di kaki mereka. Sungguh ironis bukan?

    Sebuah studi menunjukkan, mereka yang salah mengenakan sepatu hak tinggi di waktu muda, dalam arti tidak memiliki sokongan tepat di telapak kaki, bisa merasakan sakit atau masalah pada kaki di hari tuanya. Ini lebih banyak dialami wanita ketimbang pria, lebih karena pilihan sepatu yang diambil pria di masa muda lebih baik untuk kesehatan kaki.

    Masalah pada telapak kaki dan ujung jari adalah 20 alasan terutama bagi orang dewasa usia antara 65-74 tahun mengunjungi dokter. Namun para peneliti mengatakan, masih sedikit diketahui alasan mengapa hal ini terjadi.

    Studi yang dipublikasikan dalam Arthritis Care & Research mengungkap, para peneliti mencari tahu efek pemilihan alas kaki 3.378 orang dewasa. Para peneliti menanyakan apakah mereka pernah merasakan sakit, ngilu, atau kekakuan di satu atau kedua kaki. Mereka juga diminta memberikan informasi tipe sepatu yang mereka gunakan di usia-usia tertentu.

    Mereka diminta menilai tipe sepatu dari beberapa tipe, yakni, Bagus (sepatu risiko rendah, untuk olahraga), Rata-rata (sepatu berisiko rendah, seperti sepatu boots kerja, sepatu spesial), dan Buruk (alas kaki yang tak punya struktur atau sokongan, seperti high heels atau sandal).

    Hasilnya menunjukkan, 19%pria dan 29% wanita seringkali menggeneralisir sakit pada kaki. Wanita yang sering mengenakan sepatu bagus di masa muda, 67% tidak melaporkan sakit pada kaki ketimbang mereka yang mengenakan sepatu rata-rata.

    "Meski dibutuhkan riset lebih mendalam, wanita muda sebaiknya lebih bijaksana memilih sepatu untuk menghindari sakit kaki di masa depan, atau setidaknya persering peregangan kaki untuk mengurangi efek sakit akibat high heels," jelas Alyssa B. Dufour, peneliti dari Boston University School of Public Health

    "Dalam memilih sepatu, seharusnya perempuan menjatuhkan pilihannya pada sepatu round yang berujung dengan tumit maksimum 2-3 cm," saran Profesor Anthony Redmond, seorang ahli penyakit kaki dan peneliti masyarakat.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 5:09 am