Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Wanita Lebih Rentan Terkena Migrain

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Wanita Lebih Rentan Terkena Migrain

    Post  ludwina on Tue Jun 14, 2011 12:38 am

    Wanita Lebih Rentan Terkena Migrain


    Wanita sering mengeluhkan sakit kepala sebagian atau migrain ketimbang pria. Sebuah studi menemukan wanita tiga kali lebih mungkin terkena migrain. Temuan itu bersamaan ditemukannya tiga gen penyebab sakit kepala yang kerap melumpuhkan. Salah satu dari tiga DNA menyebabkan munculnya migrain pada wanita. Hal inilah yang menyebabkan mengapa wanita 3 kali lebih beresiko menderita migrain.

    Walaupun hanya memengaruhi satu dari delapan orang, menurut WHO, migrain telah masuk dalam 20 kondisi keterbatasan fisik seumur hidup.

    Sakit kepala yang terus menerus terjadi disertai dengan mual dan kepekaan terhadap cahaya, dapat terjadi selama tiga hari untuk sembuh dan sulit untuk diobati.

    Seperti dilansir dari Daily Mail, peneliti dari Harvard Medical School telah memeriksa 23 ribu pasien yang memiliki DNA terkait migrain.

    Penelitian yang diterbitkan dalam The Journal Nature Genetics ini melaporkan bahwa tidak tampak satu gen pun yang memengaruhi penglihatan saat sakit kepala terjadi. Padahal, migrain sering terjadi disertai dengan gejala visual seperti kepekaan terhadap cahaya dan pandangan kabur.

    Salah satu peneliti, Markus Schurks, mengatakan bahwa studi berskala besar lebih lanjut dapat mengidentifikasikan resiko genetik pada jenis migrain dan konsekuensinya.

    Aarno Palotie dari Wellcome Trust Sanger Institute di Cambridge melakukan penelitian tersebut dan mengatakan bahwa penemuan tersebut menunjukkan migrain adalah penyakit umum.

    Penelitian lain mengidentifikasi mengapa cahaya membuat migrain bertambah buruk.Sehingga membuka jalan menemukan obat agar penderita tidak perlu menutup diri dalam ruangan gelap saat serangan terjadi.

    Orang yang menderita migrain juga lebih rentan terhadap masalah kesehatan lainnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa 25 persen pria yang menderita migrain rentan terhadap penyakit jantung dan darah bergumpal yang berbahaya.

    Hal ini disebabkan penderita migrain lebih cenderung memiliki kelebihan berat badan, merokok dan sedikit berolahraga.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 7:14 pm