Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Masalah Serius yang Sering Menimpa Remaja

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Masalah Serius yang Sering Menimpa Remaja

    Post  clara on Tue Jun 14, 2011 1:41 am

    Masalah Serius yang Sering Menimpa Remaja



    Masa remaja adalah masa-masa sulit dalam kehidupan hampir setiap orang. Ada banyak masalah yang terjadi pada remaja, mulai dari jerawat, perubahan emosi, hingga masalah yang tergolong serius.

    Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah atau di lingkungan pertemanannya.

    Orangtua harus selalu waspada dan memberi perhatian penuh pada setiap perubahan tingkah laku atau rutinitas remaja agar putra putri kesayangan Anda tidak lepas kendali.

    Berikut beberapa masalah remaja yang sudah tergolong serius, seperti dilansir Ehow:

    1. Depresi
    Mood jelek dan kemarahan bisa menimpa remaja mana pun. Bila terjadi dalam waktu panjang, perilaku atau perubahan suasana hati tersebut bisa menyebabkan remaja mengalami depresi.

    Jika tidak diobati, depresi dapat menyebabkan masalah di sekolah dan rumah, penyalahgunaan obat, alkohol atau kecanduan internet, gangguan makan, kecelakaan diri, kekerasan atau perilaku berbahaya, bahkan yang lebih buruk bunuh diri.

    Gejala bisa berupa kesedihan luar biasa, putus asa, rasa bersalah, gelisah, merasa tidak berharga, sulit berkonsentrasi, menarik diri dari lingkungan, kehilangan minat dalam aktivitas, jarang menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman, makan atau tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, banyak menangis, atau bahkan melarikan diri dari rumah.

    2. Gangguan makan
    Remaja perempuan biasanya terobsesi memiliki tubuh yang sempurna hingga akhirnya berbagai cara dilakukan bahkan hingga akhirnya menyebabkan gangguan makan seperti anorexia nervosa, bulimia nervosa atau binge eating disorder.

    Remaja yang anoreksia akan makan sangat sedikit, karena khawatir menjadi gemuk dan mengalami masalah kesehatan jangka panjang seperti penurunan berat badan yang parah, penghentian siklus menstruasi, pertumbuhan terhambat, kulit sangat kering dan rambut rontok. Remaja dengan gangguan makan mungkin merasa kesepian, malu, cemas dan depresi, serta memiliki citra diri yang sangat rendah.

    3. Kehamilan
    Kebanyakan kehamilan remaja tidak direncanakan dan banyak ibu-ibu muda yang menghadapi konsekuensi yang berat. Banyak remaja hamil melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan perkembangan organ yang lambat. Sebagian besar merupakan hasil dari kegagalan ibu remaja untuk memelihara diri dan mendapatkan perawatan prenatal yang tepat.

    4. Narkoba
    Remaja menghadapi banyak tekanan kuat dari teman sebaya untuk mencoba obat-obatan, alkohol dan rokok di pesta-pesta dan dalam situasi sosial. Menurut National Institute on Drug Abuse, kebanyakan remaja mencoba narkoba setidaknya sekali pada usia 13 tahun.

    Obat yang biasa digunakan oleh para remaja termasuk halusinogen, heroin, inhalansia dan metamfetamin (ekstasi), yang semuanya sangat adiktif dan dapat mengakibatkan kesulitan keuangan, medis dan emosional seumur hidup.

    Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati atau otak, kekurangan sistem kekebalan tubuh atau bahkan kanker.

    5. Bunuh diri
    Depresi, penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol dan agresi bisa menjadi tanda-tanda remaja ingin melakukan bunuh diri. Remaja seperti ini dapat menjadi tidak tertarik pada kegiatan biasanya, menarik diri dari keluarga dan teman-teman, tidur atau makan lebih atau kurang dari biasanya, mengeluh tentang sakit dan nyeri, kehilangan minat di sekolah dan biasanya banyak berbicara tentang bunuh diri lebih sering dari biasanya.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 12:26 am