Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Bayi Sudah Menggunakan Nalar Sejak Usia 12 Bulan

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Bayi Sudah Menggunakan Nalar Sejak Usia 12 Bulan

    Post  ludwina on Wed Jun 15, 2011 6:48 am

    Bayi Sudah Menggunakan Nalar Sejak Usia 12 Bulan


    Mungkin tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara bayi memahami sesuatu. Ternyata bayi menggunakan penalarannya untuk memahami suatu kejadian atau apa yang dilihatnya sejak berusia 12 bulan.

    Studi menunjukkan, seperti halnya orang dewasa maka bayi pun mampu menganalisis sesuatu ketika ia melihat suatu adegan visual yang baru dan kompleks. Semakin acara tersebut tidak bisa diduga, maka bayi akan lebih senang menontonnya.

    "Mereka memiliki ekspektasi tersendiri tentang bagaimana benda-benda di dunia akan bergerak dan cara mereka berinteraksi, dan bayi menggunakan ekspektasi tersebut untuk memahami dunia," ujar penulis studi Edward Vul, seperti dikutip dari WebMD.

    Penelitian yang dipublikasikan 27 Mei 2011 dalam jurnal Science ini didasarkan pada studi sebelumnya bahwa bayi memiliki kemampuan untuk membuat konsep prinsip abstrak tentang dunia fisik dan hal-hal yang bisa membuatnya terkejut.

    Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Joshua Tenembaum, PhD yang berprofesi sebagai profesor ilmu komputer mengembangkan model untuk mengetahui cara berpikir bayi dalam menggabungkan berbagai sumber informasi yang abstrak hingga membentuk ekspektasi tertentu terhadap situasi yang baru.

    Berdasarkan hasil yang didapat, para peneliti menyimpulkan bahwa bayi-bayi ini menggunakan penalaran yang murni untuk memprediksi bagaimana suatu benda akan terjatuh, bergerak atau berinteraksi.

    Studi ini merupakan yang pertama kali memodelkan kognisi bayi secara matematika. Vul mengungkapkan bahwa manusia umumnya menggunakan penalaran yang abstrak untuk memahami dunia sepanjang hidupnya.

    "Tapi apa yang terjadi pada kognisi bayi tampaknya ia mungkin sedikit lebih pintar dari yang kita pikirkan selama ini," ujar Vul.



      Waktu sekarang Thu Jan 19, 2017 5:44 pm