Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Efektifkah Balas Dendam Tidur di Akhir Pekan

    Share

    rizka

    80
    23.05.11

    Efektifkah Balas Dendam Tidur di Akhir Pekan

    Post  rizka on Sat Jun 18, 2011 10:13 am

    Efektifkah Balas Dendam Tidur di Akhir Pekan


    Melewati hari Senin sampai Jumat dengan kesibukan, hingga kurang tidur, pasti sering Anda alami. Biasanya saat akhir pekan, Anda pun 'balas dendam' dengan tidur seharian.

    Jika Anda berpikir hal itu bisa 'membayar utang tidur', Anda salah. Menurut penelitian yang dilakukan tim dari Penn State College of Medicine, Amerika Serikat, tidur lama di akhir pekan tidak efektif untuk memulihkan kondisi tubuh yang tidak fit karena kurang tidur.

    Kinerja tubuh memang akan memburuk ketika seseorang terus-menerus tidur hanya enam jam per malam. Lalu, dengan tidur lama selama dua hari berturut-turut tidak akan seketika mengembalikan kondisi tubuh.

    Tidur lama di akhir pekan juga tidak berpengaruh besar, karena seseorang tetap akan merasa lambat dan malas. Hal itu menurut kepala penelitian, Dr Alexandros Vgontzas, seorang profesor psikiatri yang melakukan monitor pada para responden yang terdiri pria dan wanita usia muda.

    Mereka diminta untuk menghabiskan 13 malam di laboratorium tidur. Pada empat malam pertama, para responden tidur selama delapan jam.

    Setelah itu mereka hanya dibatasi tidur selama enam jam selama enam malam. Lalu, diikuti dengan tiga 'malam pemulihan', yaitu mereka tidur selama 10 jam.

    "Setelah satu minggu kurang tidur ringan, dua malam pemulihan, memang cukup untuk mengurangi rasa kantuk tetapi tidak dengan kondisi tubuh. Tidur lama di akhir pekan setelah sibuk bekerja tidak memadai untuk memulihkan fungsi kognitif akibat kurang tidur," kata Dr Vgontzas.

    Namun, itu hanya berlaku untuk pria. Sementara pada wanita, kurang tidur ringan masih bisa diatasi dengan tidur lama saat akhir pekan. Tidur lelap pada wanita juga memberi efek proteksi dari gangguan kurang tidur.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 4:49 pm