Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Efektifkah Balas Dendam Tidur di Akhir Pekan

    Share
    avatar
    rizka

    80
    23.05.11

    Efektifkah Balas Dendam Tidur di Akhir Pekan

    Post  rizka on Sat Jun 18, 2011 10:13 am

    Efektifkah Balas Dendam Tidur di Akhir Pekan


    Melewati hari Senin sampai Jumat dengan kesibukan, hingga kurang tidur, pasti sering Anda alami. Biasanya saat akhir pekan, Anda pun 'balas dendam' dengan tidur seharian.

    Jika Anda berpikir hal itu bisa 'membayar utang tidur', Anda salah. Menurut penelitian yang dilakukan tim dari Penn State College of Medicine, Amerika Serikat, tidur lama di akhir pekan tidak efektif untuk memulihkan kondisi tubuh yang tidak fit karena kurang tidur.

    Kinerja tubuh memang akan memburuk ketika seseorang terus-menerus tidur hanya enam jam per malam. Lalu, dengan tidur lama selama dua hari berturut-turut tidak akan seketika mengembalikan kondisi tubuh.

    Tidur lama di akhir pekan juga tidak berpengaruh besar, karena seseorang tetap akan merasa lambat dan malas. Hal itu menurut kepala penelitian, Dr Alexandros Vgontzas, seorang profesor psikiatri yang melakukan monitor pada para responden yang terdiri pria dan wanita usia muda.

    Mereka diminta untuk menghabiskan 13 malam di laboratorium tidur. Pada empat malam pertama, para responden tidur selama delapan jam.

    Setelah itu mereka hanya dibatasi tidur selama enam jam selama enam malam. Lalu, diikuti dengan tiga 'malam pemulihan', yaitu mereka tidur selama 10 jam.

    "Setelah satu minggu kurang tidur ringan, dua malam pemulihan, memang cukup untuk mengurangi rasa kantuk tetapi tidak dengan kondisi tubuh. Tidur lama di akhir pekan setelah sibuk bekerja tidak memadai untuk memulihkan fungsi kognitif akibat kurang tidur," kata Dr Vgontzas.

    Namun, itu hanya berlaku untuk pria. Sementara pada wanita, kurang tidur ringan masih bisa diatasi dengan tidur lama saat akhir pekan. Tidur lelap pada wanita juga memberi efek proteksi dari gangguan kurang tidur.



      Waktu sekarang Fri Aug 18, 2017 2:21 am