Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Today at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Virus Penyebab Tuli Pada Bayi Sering Tidak Terdeteksi

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Virus Penyebab Tuli Pada Bayi Sering Tidak Terdeteksi

    Post  pravda on Tue Jun 21, 2011 6:51 am

    Virus Penyebab Tuli Pada Bayi Sering Tidak Terdeteksi


    Infeksi virus tertentu pada masa kehamilan bisa memicu kerusakan organ termasuk telinga, sehingga bayi jadi tuli saat dilahirkan. Sebenarnya kerusakan ini bisa dicegah, namun sayangnya virusnya sering tidak terdeteksi pada ibu hamil.

    Virus penyebab tuli yang jarang terdeteksi ini adalah Cytomegalovirus (CMV). Pada ibu hamil, virus ini sulit dideteksi karena selain teknologi untuk mendeteksinya masih terbatas, infeksi virus ini kadang-kadang juga tidak menimbulkan gejala.

    Pada orang sehat, infeksi CMV hanya memicu gejala ringan mirip flu, namun pada ibu hamil bisa ditularkan ke anaknya dan memicu gangguan pertumbuhan pada sistem saraf di otak. Akibatnya antara lain tuli, mata rusak serta kecerdasan tidak berkembang.

    Diperkirakan antara tahun 1999 hingga 2009, sedikitnya ada 1.800 bayi baru lahir di Australia yang tertular CMV dari ibunya pada masa kehamilan. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya terdeteksi dan hanya sekitar 25 persen yang tercatat atau dilaporkan.

    Gangguan kesehatan yang sifatnya permanen diderita oleh 13,5 persen dari bayi yang dilaporkan terinfeksi CMV, sebagian besar berupa gangguan di sistem pendengaran. Tuli yang dipicu oleh gangguan saraf ini disebut Sensori Neural Hearing Loss (SNHL).

    "Anak-anak yang didiagnosis SNHL di Australia selama ini memang tidak menjalani skrining CMV. Padahal pemeriksaan penting dilakukan agar bisa diberikan intervensi sejak dini," ungkap Prof William Rawlinson dari University of New South Wales, dikutip dari NineMSN.

    Selain memicu gangguan pada sistem saraf dan panca indra, infeksi CMV bisa memicu gangguan lain yang tak kalah serius yakni pembengkakan hati dan limpa serta hambatan pada perkembangan kecerdasan.

    Sementara itu, vaksin CMV saat ini belum tersedia karena masih dikembangkan dan baru memasuki tahap proses uji coba di Amerika Serikat dan Eropa.

    Pada bayi baru lahir, gejala yang sering menyertai infeksi CMV seperti dikutip dari Mayoclinic adalah sebagai berikut.

    • Kulit dan mata berwarna kekuningan

    • Bercak dan ruam keunguan di permukaan kulkit

    • Berat badan rendah saat lahir

    • Limpa membesar

    • Hati membengkak dan tidak berfungsi dengan baik

    • Pneumonia

    • Kejang.




      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 10:35 pm