Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Badan Jangan Gemuk-gemuk Biar Paru Tak Tersumbat

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Badan Jangan Gemuk-gemuk Biar Paru Tak Tersumbat

    Post  pravda on Tue Jun 21, 2011 6:56 am

    Badan Jangan Gemuk-gemuk Biar Paru Tak Tersumbat


    Kegemukan bisa memicu berbagai gangguan kesehatan mulai dari diabetes hingga hipertensi. Baru-baru ini, para peneliti menemukan kaitan erat antara kegemukan dengan peningkatan risiko kematian akibat embolisme atau penyumbatan paru-paru.

    Temuan ini disimpulkan dari hasil otopsi terhadap sejumlah kasus kematian mendadak yang terjadi di Afrika Selatan selama tahun 2000-2009. Sebagian dari kasus tersebut dipicu oleh Pulmonary Thromboembolism (PTE) atau disebut juga embolisme paru.

    Berdasarkan analisis, kematian mendadak akibat embolisme paru dialami pasien dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) rata-rata 29,6 atau sedikit di bawah kategori obesitas yakni 30. Sementara pasien yang mati karena sebab lain memiliki rata-rata IMT lebih rendah yakni 25,9.

    Data yang dihimpun juga mengungkap bahwa jumlah kematian akibat embolisme paru megnalami penignkatan dari tahun ke tahun. Jika pada periode tahun 2000-2004 hanya sekotar 3,59 persen, jumlahnya meningkat menjadi 3,71 persen pada periode 2005-2009.

    Meski masih harus diteliti lebih lanjut untuk memastikan mekanisme yang terjadi, hubungan antara kegemukan dengan embolisme paru tampak cukup kuat dalam penelitian ini. Karena itu para peneliti menyarankan, berat badan harus dijaga untuk mengurangi risiko kematian mendadak.

    "Jika benar ada kaitan antara IMT dengan risiko embolisme paru, maka akan berpengaruh pada prosedur penganganan penyakit di rumah sakit," ungkap salah seorang peneliti, Prof Roger Byard seperti dikutip dari Medicalnewstoday.

    Pulmonary Thromboembolism (PTE) sendiri adalah kondisi penyumbatan pembuluh darah yang menuju paru-paru, akibat terjadinya penggumpalan darah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu kematian karena fungsi paru-paru untuk bernapas akan terhambat.

    Beberapa pemicu PTE seperti dikutip dari BBC Health antara lain sebagai berikut.

    • Aliran darah yang tidak lancar, lambat atau berputar di satu titik

    • Ketidaknormalan mekanisme penggumpalan darah

    • Radang yang terjadi pada dinding pembuluh darah.




      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 3:34 am