Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Badan Jangan Gemuk-gemuk Biar Paru Tak Tersumbat

    Share
    avatar
    pravda

    259
    07.06.10

    Badan Jangan Gemuk-gemuk Biar Paru Tak Tersumbat

    Post  pravda on Tue Jun 21, 2011 6:56 am

    Badan Jangan Gemuk-gemuk Biar Paru Tak Tersumbat


    Kegemukan bisa memicu berbagai gangguan kesehatan mulai dari diabetes hingga hipertensi. Baru-baru ini, para peneliti menemukan kaitan erat antara kegemukan dengan peningkatan risiko kematian akibat embolisme atau penyumbatan paru-paru.

    Temuan ini disimpulkan dari hasil otopsi terhadap sejumlah kasus kematian mendadak yang terjadi di Afrika Selatan selama tahun 2000-2009. Sebagian dari kasus tersebut dipicu oleh Pulmonary Thromboembolism (PTE) atau disebut juga embolisme paru.

    Berdasarkan analisis, kematian mendadak akibat embolisme paru dialami pasien dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) rata-rata 29,6 atau sedikit di bawah kategori obesitas yakni 30. Sementara pasien yang mati karena sebab lain memiliki rata-rata IMT lebih rendah yakni 25,9.

    Data yang dihimpun juga mengungkap bahwa jumlah kematian akibat embolisme paru megnalami penignkatan dari tahun ke tahun. Jika pada periode tahun 2000-2004 hanya sekotar 3,59 persen, jumlahnya meningkat menjadi 3,71 persen pada periode 2005-2009.

    Meski masih harus diteliti lebih lanjut untuk memastikan mekanisme yang terjadi, hubungan antara kegemukan dengan embolisme paru tampak cukup kuat dalam penelitian ini. Karena itu para peneliti menyarankan, berat badan harus dijaga untuk mengurangi risiko kematian mendadak.

    "Jika benar ada kaitan antara IMT dengan risiko embolisme paru, maka akan berpengaruh pada prosedur penganganan penyakit di rumah sakit," ungkap salah seorang peneliti, Prof Roger Byard seperti dikutip dari Medicalnewstoday.

    Pulmonary Thromboembolism (PTE) sendiri adalah kondisi penyumbatan pembuluh darah yang menuju paru-paru, akibat terjadinya penggumpalan darah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu kematian karena fungsi paru-paru untuk bernapas akan terhambat.

    Beberapa pemicu PTE seperti dikutip dari BBC Health antara lain sebagai berikut.

    • Aliran darah yang tidak lancar, lambat atau berputar di satu titik

    • Ketidaknormalan mekanisme penggumpalan darah

    • Radang yang terjadi pada dinding pembuluh darah.




      Waktu sekarang Thu Aug 24, 2017 10:00 am