Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Kurang Tidur Bikin Wanita Lebih Rentan Sakit

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Kurang Tidur Bikin Wanita Lebih Rentan Sakit

    Post  pravda on Tue Jun 21, 2011 6:08 pm

    Kurang Tidur Bikin Wanita Lebih Rentan Sakit


    Tidur merupakan bagian dari proses istirahat yang dibutuhkan manusia. Tak hanya itu, aktivitas tidur yang cukup, 7-8 jam setiap malam juga merupakan proses aktif yang dibutuhkan tubuh, otak dan penting untuk mengatur semua fungsi tubuh.

    Bahaya kurang tidur bisa menyerang siapa saja, terutama wanita. Bukan hanya berisiko menimbulkan kecelakaan lalulintas dan kecelakaan kerja, namun telah terbukti secara signifikan, kurang tidur bisa meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, depresi, diabetes dan obesitas.

    Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita yang mengalami kurang tidur dalam periode yang cukup lama lebih berisiko mengalami masalah fisik dan emosional pada wanita ketimbang pada pria.

    Seperti dikutip dari laman Daily Mail, para ilmuwan di University of Warwick Medical School telah melaporkan ada hubungan kuat antara kurang tidur akut dan tekanan darah tinggi pada wanita, tetapi tidak ditemukan adanya hubungan ini seperti pada pria.

    Para peneliti dari University of Pittsburgh School of Medicine di Amerika Serikat juga melaporkan bahwa ketika wanita mengalami masalah kurang tidur, mereka rentan mengalami masalah dalam kehidupan seksualnya. Namun, efek ini tidak berlaku bagi kaum pria yang mengalami masalah kurang tidur.

    "Sejumlah penelitian sekarang menunjukkan bahwa kualitas tidur yang pendek, selama periode yang panjang lebih mungkin membuat pria dan wanita meninggal lebih awal," kata Francesco Cappuccio, profesor kedokteran kardiovaskular dan epidemiologi di Warwick Medical School.

    "Namun, kami telah melihat perbedaan gender sangatlah menentukan, terutama dalam insiden tekanan darah tinggi."

    Wanita yang rutin tidur kurang dari lima jam setiap malam, dua kali lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi daripada wanita yang tidur selama tujuh jam setiap malam. Bagi para pria, tekanan darah tetap stabil apakah mereka mendapatkan lima atau tujuh jam tidur.

    Para peneliti dari Universitas Warwick menemukan bahwa kurang tidur pada wanita meningkatkan penanda terjadinya peradangan yang dapat merusak arteri, meningkatkan risiko penyakit koroner. Efeknya bisa sangat rentan terjadi pada wanita dalam masa pra-menopause.

    "Ketika tidur tekanan darah Anda secara alami menurun. Jadi, jika Anda tidak cukup tidur, tubuh Anda harus bekerja keras mengatasi tekanan darah tinggi selama berjam-jam lebih sehari. Dan wanita lebih rentan mengalami masalah ini,” kata Profesor Cappuccio.

    Statistik menunjukkan bahwa wanita cenderung tidur lebih sedikit dari pada pria. Hal ini biasanya terjadi karena tekanan wanita lebih tinggi daripada pria. Wanita memiliki kewajiban dan tekanan saat mengelola keluarga, pekerjaan, rumah dan kehidupan sosialnya ketimbang memikirkan masalah biologisnya.

    Untuk itu, dampak dari kurangnya aktivitas tidur tidak bisa diremehkan. Dalam jangka panjang, masalah kurang tidur ini bisa menyebabkan penyakit. Efeknya lebih kuat pada wanita dibandingkan pria, dan paling rentan berpengaruh pada wanita di masa pra-menopause .

    Peneliti utama Dr Alexandros Vgontzas berkata: "Wanita dengan jumlah tidur nyenyak yang tinggi akan lebih baik menangani efek dari satu minggu masalah kurang tidur ringan, pemulihan mereka biasanya lebih lengkap setelah dua malam tidur diperpanjang."



      Waktu sekarang Sun Oct 02, 2016 3:40 am