Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Hindari 7 Sikap Ini Saat Dampingi Anak Bermain

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Hindari 7 Sikap Ini Saat Dampingi Anak Bermain

    Post  clara on Fri Jun 24, 2011 1:23 pm

    Hindari 7 Sikap Ini Saat Dampingi Anak Bermain


    Seberapa sering Anda mendampingi anak bermain? Jika jawabannya jarang, mulai sekarang dampingilah si kecil bermain.

    Bermain bukanlah aktivitas yang tidak ada gunanya untuk anak. Seperti dikutip dari babycenter, justru dengan bermain, anak bisa belajar banyak hal. Apa saja? Dengan bermain anak bisa mengembangkan imajinasinya, baik untuk perkembangan fisiknya, membantu si kecil belajar mengatasi emosinya dan anak bisa bermain peran.

    Selama bermain mereka akan mengamati cara Anda berbicara dan melakukan berbagai hal. Setelah mengamati, mereka akan meniru. Saat melakukan aktivitas ini, Anda bisa menanamkan nilai-nilai penting dan berharga juga kata-kata dan berbagai informasi yang tentunya akan ditiru dan didengar anak.

    Ketika bermain dengan anak, sebaiknya tunjukkanlah sikap bersahabat dan penuh kasih. Berikan anak perhatian dan kepercayaan dengan kata-kata maupun lewat perilaku. Usahakan Anda lebih banyak memberikan pujian ketimbang hukuman,

    Namun tanpa disadari saat mendampingi si kecil Anda justru bersikap atau mengeluarkan kata-kata yang bisa menghambat perkembangannya. Apa saja sikap atau perkataan itu?

    Ini tujuh hal yang sebaiknya dihindari saat mendampingi anak bermain, menurut Psikolog Effiana Yuriastien dan kawan-kawan seperti yang mereka tulis di buku Games Therapy untuk Kecerdasan Bayi & Balita:

    1. Terlalu khawatir terhadap keselamatan anak sehingga membatasi aktivitasnya.

    2. Terlalu menekankan pada keteraturan, kebersihan dan mengawasi gerak-gerik anak.

    3. Terlalu menuntut kepatuhan anak, tanpa mempertimbangkan kenapa anak melakukan apa yang Anda anggap salah itu.

    4. Merasa orangtua atau Anda lah yang paling benar dan selalu mengatakan pada anak kalau ia akan dihukum apabila berbuat kesalahan.

    5. Kurang memberikan pujian dan penghargaan terhadap apa yang sudah anak capai.

    6. Menganggap berkhayal adalah aktivitas yang tidak ada gunanya.

    7. Kurang memberikan pujian melalui kontak fisik, misalnya memeluk atau mencium. Menganggap apapun yang dilakukan anak adalah hal yang sudah semestinya.



    clara

    945
    23.01.09

    Re: Hindari 7 Sikap Ini Saat Dampingi Anak Bermain

    Post  clara on Fri Jun 24, 2011 1:31 pm

    9 Manfaat Bermain Bagi Anak

    Sudahkah Anda mengajak si kecil bermain hari ini? Sebagai orangtua, mungkin Anda berpikir si kecil tak boleh terlalu banyak main karena aktivitas itu belum tentu ada gunanya.

    Jangan terjebak dengan anggapan di atas. Justru dengan metode bermain anak bisa belajar banyak hal.

    Berikut ini 9 manfaat bermain bagi anak menurut buku 'Games Therapy untuk Kecerdasan Bayi dan Balita' yang ditulis oleh Psikolog Effiana Yuriastien dan kawan-kawan:

    1. Memahami diri sendiri dan mengembangkan harga diri
    Ketika bermain, anak akan menentukan pilihan-pilihan. Mereka harus memilih apa yang akan dimainkan. Anak juga memilih di mana dan dengan siapa mereka bermain.

    Semua pilihan itu akan membantu terbentuknya gambaran tentang diri mereka dan membuatnya merasa mampu mengendalikan diri. Permainan memotong kertas, mengatur letak atau mewarnai misalnya dapat dilakukan dalam beragam bentuk. Tidak ada batasan yang harus diikuti.

    Identitas dan kepercayaan diri dapat berkembang tanpa rasa ketakutan akan kalah atau gagal. Pada saat anak menjadi semakin dewasa dan identitasnya telah terbentuk dengan lebih baik, mereka akan semakin mampu menghadapi tantangan permainan yang terstruktur, bertujuan dan lebih dibatasi oleh aturan-aturan.

    2. Menemukan apa yang dapat mereka lakukan dan mengembangkan kepercayaan diri.
    Permainan mendorong berkembangnya keterampilan, fisik, sosial dan intelektual. Misalnya perkembangan keterampilan sosial dapat terlihat dari cara anak mendekati dan bersama dengan orang lain, berkompromi serta bernegosiasi.

    Apabila anak mengalami kegagalan saat melakukan suatu permainan, hal itu akan membantu mereka menghadapi kegagalan dalam arti sebenarnya dan mengelolanya pada saat mereka benar-benar harus bertanggungjawab.

    3. Melatih mental anak
    Ketika bermain, anak berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan di dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki sekaligus mendapatkan pengetahuan baru.

    Orangtua akan dapat semakin mengenal anak dengan mengamati saat bermain. Bahkan, lewat permainan (terutama bermain pura-pura) orangtua juga dapat menemukan kesan-kesan dan harapan anak terhadap orangtua serta keluarganya.

    4. Meningkatkan daya kreativitas dan membebaskan anak dari stres
    Kreativitas anak akan berkembang melalui permainan. Ide-ide yang orisinil akan keluar dari pikiran mereka, walaupun kadang terasa abstrak untuk orangtua.

    Bermain juga dapat membantu anak untuk lepas dari stres kehidupan sehari-hari. Stres pada anak biasanya disebabkan oleh rutinitas harian yang membosankan.

    5. Mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak
    Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran 'baik' dan 'jahat', hal ini membuat mereka kaya akan pengalaman emosi. Anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.

    6. Melatih motorik dan mengasah daya analisa anak
    Melalui permainan, anak dapat belajar banyak gal. Di antaranya melatih kemampuan menyeimbangkan antara motorik halus dan kasar. Hal ini sangat memengaruhi perkembangan psikologisnya.

    Permainan akan memberi kesempatan anak untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus memecahkan masalah. Anak-anak akan berusaha menganalisa dan memahami persoalan yang terdapat dalam setiap permainan.

    7. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan anak
    Kebutuhan dan keinginan yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain, seringkali dapat dipenuhi dengan bermain. Anak yang tidak mampu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata, mungkin akan memperlohen pemenuhan keinginan itu dengan menjadi pemimpin tentara saat bermain.

    8. Standar moral
    Walaupun anak belajar di rumah dan sekolah tentang apa yang dianggap baik dan buruk oleh kelompok, tidak ada pemaksaan standar moral selain dalam kelompok bermain.

    9. Mengembangkan otak kanan anak
    Bermain memiliki aspek-aspek yang menyenangkan dan membuka kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebaya serta mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Dengan begitu, bermain memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah baik di sekolah maupun di rumah.

    Catatan: Berikanlah pujian kepada anak dengan menggunakan kalimat yang positif dan mampu menjadi penyemangatnya dalam melakukan sesuatu dengan lebih baik lagi. Contoh, saat anak diminta mengambil spidol warna merah, awali dengan kata 'tolong'. Jika anak berhasil mengambilnya, berikan pujian dan ucapkan terimakasih.

    Demikian juga ketika ia tidak berhasil menemukannya, ucapkanlah kalimat positif yang tidak mematahkan semangatnya. Tetap ucapkan terimakasih atas hasil jerih payahnya. Misalnya saja, "Makasih ya adik sudah mencarikan spidolnya. Spidolnya ada di dekat buku gambar adik."



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 4:44 am