Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Amankah Obat Kumur Penyegar Napas

    Share

    via

    848
    04.03.09

    Amankah Obat Kumur Penyegar Napas

    Post  via on Sat Jun 25, 2011 1:37 am

    Amankah Obat Kumur Penyegar Napas


    Sejumlah produsen obat kumur mempromosikan produknya ampuh menyegarkan napas dan mencegah plak di gigi. Sementara sejumlah dokter gigi mengatakan bahwa produk itu justru tak baik untuk kesehatan gigi.

    Menyikapi perdebatan itu, Profesor Robin Seymour, dokter gigi restoratif dari Newscastle University, mengatakan, obat kumur umumnya mengandung sejumlah bahan yang dapat menimbulkan efek merugikan pada gigi dan gusi, jika tak digunakan dengan tepat.

    Dalam penelitiannya, Seymour menemukan banyak obat kumur mengandung alkohol hingga 26 persen. Kandungan alkohol ini memungkinkan tersimpannya bahan mentol, ekaliptol dan timol yang bisa membantu menembus serta memecah plak.

    Namun, alkohol juga dapat menyebabkan kekeringan pada mulut, dan meruntuhkan lapisan lendir, yang menjaga kelembaban rongga mulut. Inilah yang kemudian menyebabkan bau mulut. "Sensasi ini tentu tidak nyaman di mulut," ujarnya.

    Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan The Dental Journal of Australia tahun 2009 mengungkap bahwa kandungan etanol pada obat kumur menjadi salah satu zat penyebab kanker.

    Seperti dilansir dari Daily Mail, beberapa obat kumur bahkan dapat menimbulkan noda pada gigi. Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yang disebut chlorhexidine glukomat. Penggunaan bahan ini secara teratur bisa menimbulkan bercak coklat pada enamel melalui reaksi kimia.

    “Clorohexidine dapat menimbulkan warna pada gigi dalam waktu sekitar 10 hari, terutama tanin yang juga ditemukan dalam cola, teh, kopi, dan anggur merah,” kata Seymour.

    Seymour menyarankan agar mengonsumsi obat kumur bebas alkohol. Ada beberapa produk obat kumur yang mengandung oksigen untuk menangkal mikroorganisme yang menyebabkan masalah mulut.

    Selain teliti memilih obat kumur, Seymour juga menyarankan agar tak langsung menggunakannya setelah menyikat gigi. Sebaiknya tunggu sekitar setengah jam. Ini untuk mencegah sodium sulfat pada pasta gigi berinteraksi dengan fluoride pada obat kumur, yang bisa menonaktifkan fungsi kedua zat itu.



      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 5:26 pm