Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Hubungan Seks Dini Picu Perceraian

    Share

    zuko

    151
    25.06.11

    Hubungan Seks Dini Picu Perceraian

    Post  zuko on Sun Jun 26, 2011 7:00 am

    Hubungan Seks Dini Picu Perceraian


    Wanita yang melakukan hubungan seks di usia dini memiliki risiko bercerai lebih besar setelah menikah di kemudian hari. Demikian hasil studi yang dilakukan oleh Universitas Iowa.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pernikahan dan Keluarga, mengamati 3.793 wanita. Mereka menemukan bahwa 31 persen wanita yang kehilangan keperawanan semasa remaja bercerai dalam waktu lima tahun. Sebanyak 47 persen dari mereka yang melakukan hubungan seks di usia remaja bercerai dalam waktu 10 tahun.
    Di sisi lain, wanita yang menunggu hubungan seksual hingga lebih dewasa, hanya 15 persen yang bercerai dalam lima tahun. Dan, 27 persen lainnya bercerai dalam waktu 10 tahun.

    Studi menemukan pengalaman seksual sebelum usia 16 tahun berkaitan erat dengan perceraian di masa datang.

    Menurut ilmuwan, pengalaman seksual dini mempengaruhi hubungan dalam jangka panjang. Sebanyak 42 persen responden mengklaim hubungan seksual sebelum usia 18 tahun, tak mereka inginkan sepenuhnya. Dan, mereka pun mengakui bahwa hal tersebut memengaruhi kehidupan dewasa mereka.

    Penulis studi, Anthony Paik, mengatakan, "Jika seks tidak sepenuhnya diinginkan atau menjadi sesuatu yang traumatis, mudah untuk membayangkan hal tersebut akan berpengaruh negatif pada perasaan wanita tentang hubungan mereka. Pengalaman seksual bisa mengarahkan orang menuju hubungan yang kurang stabil," ucapnya seperti dikutip dari Huffington Post.

    Paik menambahkan, perlu studi lebih lanjut untuk meneliti berapa besar tingkat perceraian bagi mereka yang kehilangan keperawanan di usia remaja.



      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 10:26 am