Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Hubungan Seks Dini Picu Perceraian

    Share

    zuko

    152
    25.06.11

    Hubungan Seks Dini Picu Perceraian

    Post  zuko on Sun Jun 26, 2011 7:00 am

    Hubungan Seks Dini Picu Perceraian


    Wanita yang melakukan hubungan seks di usia dini memiliki risiko bercerai lebih besar setelah menikah di kemudian hari. Demikian hasil studi yang dilakukan oleh Universitas Iowa.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pernikahan dan Keluarga, mengamati 3.793 wanita. Mereka menemukan bahwa 31 persen wanita yang kehilangan keperawanan semasa remaja bercerai dalam waktu lima tahun. Sebanyak 47 persen dari mereka yang melakukan hubungan seks di usia remaja bercerai dalam waktu 10 tahun.
    Di sisi lain, wanita yang menunggu hubungan seksual hingga lebih dewasa, hanya 15 persen yang bercerai dalam lima tahun. Dan, 27 persen lainnya bercerai dalam waktu 10 tahun.

    Studi menemukan pengalaman seksual sebelum usia 16 tahun berkaitan erat dengan perceraian di masa datang.

    Menurut ilmuwan, pengalaman seksual dini mempengaruhi hubungan dalam jangka panjang. Sebanyak 42 persen responden mengklaim hubungan seksual sebelum usia 18 tahun, tak mereka inginkan sepenuhnya. Dan, mereka pun mengakui bahwa hal tersebut memengaruhi kehidupan dewasa mereka.

    Penulis studi, Anthony Paik, mengatakan, "Jika seks tidak sepenuhnya diinginkan atau menjadi sesuatu yang traumatis, mudah untuk membayangkan hal tersebut akan berpengaruh negatif pada perasaan wanita tentang hubungan mereka. Pengalaman seksual bisa mengarahkan orang menuju hubungan yang kurang stabil," ucapnya seperti dikutip dari Huffington Post.

    Paik menambahkan, perlu studi lebih lanjut untuk meneliti berapa besar tingkat perceraian bagi mereka yang kehilangan keperawanan di usia remaja.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 11:19 pm