Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Si Langsing Juga Berisiko Diabetes

    Share

    ludwina

    127
    18.04.11

    Si Langsing Juga Berisiko Diabetes

    Post  ludwina on Tue Jun 28, 2011 11:06 am

    Si Langsing Juga Berisiko Diabetes


    Melihat orang dengan postur tubuh yang sempurna, langsing dan tinggi bak model, terkadang muncul rasa iri. Namun Anda harus tahu, menjadi langsing tidak menjamin mereka dalam kondisi sehat.

    Para peneliti telah menemukan gen yang disebut dengan 'gen ramping' yang membantu manusia menjaga berat badan mereka. Namun, ternyata gen tersebut juga dapat meningkatkan risiko terkena diabetes dan penyakit jantung.

    Seperti dilansir dari laman Daily Mail, kasus ini sangat kuat ditemukan oleh pria. Artinya, mereka yang memiliki perut 'kotak-kotak' belum tentu sehat seperti yang Anda pikirkan.

    Para ilmuwan membandingkan kode genetik lebih dari 75 ribu orang dengan rasio lemak dan otot dalam tubuh. Penelitian mengungkap ada suatu gen yang sangat umum, disebut IRS1, yang berhubungan dengan tubuh langsing seseorang.

    Mungkin Anda sering mendengarkan keuntungan menjadi langsing. Namun, nampaknya gen IRS1 menjadi salah satu hal yang membuat Anda berpikir beribu kali untuk diet ketat.

    Itu karena mereka yang memiliki gen tersebut memiliki tingkat lemak darah berbahaya dan sangat sulit untuk memproses gula. Hal ini pun menempatkan mereka dengan 20 persen risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung dan diabetes tipe-2 yang biasanya berkembang di tengah usia, dan sering diakibatkan oleh obesitas.

    Kenyataannya, orang dengan gen IRS1, biasanya memiliki tingkatan lemak di bawah kulit lebih rendah dibanding orang tanpa gen IRS1. Namun, mereka cenderung memiliki tumpukan lemak di organ lain. Lemak yang membungkus organ jantung, hati dan organ dalam lainnya, itulah yang sangat berbahaya bagi tubuh.

    "Dalam istilah sederhana, tidak hanya orang dengan obesitas yang dapat terserang penyakit ini, orang-orang yang terlihat langsing pun memiliki risiko yang sama," ujar Dr Ruth Loos, dari MRC Epidemiology Unit di Cambridge.

    Namun, kenapa hal ini cenderung dialami pria dibandingkan wanita? Menurut Dr Ruth Loos, pria cenderung menyimpan lebih sedikit lemak dibanding wanita, dan lebih sensitif terhadap perubahan dalam distribusi.

    Professor Nick Wareham, menambahkan, penelitian ini menjawab pertanyaan mengapa tidak semua orang yang langsing memiliki kesehatan yang baik, dan sebaliknya mengapa tidak semua orang dengan obesitas berisiko terkena penyakit metabolik.

    Menurut Professor Jeremy Pearson dari The British Heart Foundation, penelitian ini juga memperkuat gagasan risiko penyakit bukan hanya terkait seberapa gemuk Anda, tetapi juga di mana letak lemak tubuh.

    "Lemak yang tersimpan di organ dalam tubuh lebih buruk daripada lemak yang tersimpan di bawah kulit," ujarnya.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 11:04 am