Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

    Post  lea on Tue Jun 28, 2011 1:55 pm

    Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian


    Sering duduk lebih dari 6 jam sehari? Anda harus berhati-hati. Penelitian terbaru menunjukan duduk terlalu lama bisa berakibat buruk terhadap kesehatan.

    Penelitian ini bukan main-main. Dikutip dari CNN, penelitian ini dilakukan oleh American Cancer Society terhadap lebih dari 123 ribu orang yang dipantau kesehatannya selama lebih dari 14 tahun.

    Salah satu yang diobservasi dalam penelitian ini adalah wanita yang duduk kurang dari 3 jam sehari dan wanita yang duduk lebih dari 6 jam sehari. Hasilnya, jumlah wanita yang meninggal selama kurun waktu penelitian, 40% lebih banyak pada grup yang duduk lebih dari 6 jam sehari.

    Penelitian yang lebih spesifik menemukan, penyebab kematian orang yang duduk lebih dari 6 jam sehari, rata-rata terkena penyakit Cardiovascular, kegemukan, diabetes, dan depresi. Penelitian ini juga menemukan semakin lama waktu duduk maka semakin meningkat risikonya terkena berbagai penyakit.

    Studi lain yang diterbitkan The American Journal of Epidemiology awal tahun ini menemukan, mereka yang memiliki pekerjaan yang lebih banyak duduk dan jarang berpindah meningkatkan risiko terkena kanker kolon hingga dua kali lipat. Yang menarik penelitian ini menemukan, kerusakan yang ditimbulkan karena duduk terlalu lama, tidak bisa diperbaiki dengan olahraga atau latihan ringan.

    Misalnya, supir bus lebih berisiko lebih tinggi terkena penyakit Cardiovascular dibanding kondektur bus. Begitu juga bagian administrasi yang seharian duduk lebih berisiko terkena penyakit dibanding kurir.

    Duduk terlalu lama disebut hampir sama berbahayanya dengan merokok. Karena itu, untuk mengurangi risiko akibat kurang gerak disarankan melakukan latihan ringan selama 30 menit setiap harinya.

    Namun demikian, bukan berarti hal tersebut bisa membebaskan sepenuhnya Anda dari berbagai penyakit jika tetap duduk terlalu lama. Usahakanlah tetap bergerak secara reguler dan hindari posisi duduk terlalu lama.

    Di berbagai belahan dunia telah dilakukan beberapa upaya untuk mengatasi hal ini. Di Atlanta, Amerika, telah diciptakan meja yang bisa disesuaikan untuk posisi duduk dan berdiri. Karyawan bisa bekerja sambil berdiri jika merasa sudah duduk terlalu lama.

    "Duduk itu baik jika dilakukan dalam waktu yang tidak berlebihan. Tapi jika berlebihan maka bisa menjadi berbahaya," ujar Dr James Levine dalam Journal of Diabetes ketika memaparkan hasil penelitiannya.




      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 12:01 am