Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Lima Pemicu Stres yang Tak Terduga

    Share

    via

    848
    04.03.09

    Lima Pemicu Stres yang Tak Terduga

    Post  via on Wed Jun 29, 2011 2:17 am

    Lima Pemicu Stres yang Tak Terduga


    Tak dapat dipungkiri, stres adalah sumber dari berbagai macam masalah kesehatan fisik maupun mental, yang bisa dialami siapa saja. Tentu, ada banyak hal yang dapat menyebabkan stres.

    Duka, masalah asmara, dan keuangan merupakan pemicu stres yang biasa Anda dengar. Ternyata, ada beberapa penyebab stres yang mungkin tidak pernah Anda kira sebelumnya. Penasaran? Berikut lima pemicu stres yang tak terduga seperti dilansir dari Daily Mail.

    1. Suhu panas
    Pasti banyak yang mengeluh ketika sinar matahari sangat menyengat. Hal tersebut memang bisa memengaruhi mood seseorang. Ini terjadi karena seasonal affective disorder (SAD) atau gangguan afektif musiman. Depresi dipicu karena sinar matahari di bumi terlalu banyak sehingga suhu bumi terlalu panas.

    Kondisi tersebut dianggap berhubungan dengan sensitivitas terhadap panas dan ketidakseimbangan hormon. Teorinya adalah, ketika panas, tubuh memproduksi sedikit hormon tiroid sehingga tubuh kekurangan energi. Teori lainnya mengatakan bahwa cuaca panas dapat mengurangi kemampuan untuk mengatasi tekanan mental.

    "Ketika panas, Anda akan kehilangan nafsu makan dan insomnia," ujar Dr. Alfred Lewy, Director of the sleep and mood disorders laboratory di Universitas Oregon.

    2. Pil kontrasepsi
    Wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi dua kali lebih mungkin mengalami depresi, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Depresi akibat pil kontrasepsi diduga terkait dengan jalur serotonin dalam otak. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Monash Australia pada 2005.

    "Sangat mungkin pil kontrasepsi dapat mengubah suasana hati seorang wanita yang sensitif," ujar dr. Ailsa Gebbie, wakil kepala fakultas Seks dan Kesehatan Reproduksi di Royal College of Obstetricians and Gynaecologists.

    3. Donat
    Anda sering mengonsumsi donat untuk mengusir stres? Hati-hati, karena donat terutama yang terbuat dari gandum, justru dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental.

    Menurut Helen Bond dari British Dietetic Association, suasana hati manusia ditentukan oleh pasokan energi dari glukosa darah ke otak. Hal ini dapat meningkatkan kadar dopamin sehingga dapat meningkatkan mood. Namun, hal ini tidak dapat dilakukan oleh makanan-makanan berbahan gandum.

    "Sebuah neurotransmitter yang disebut dengan phenylethylamine akan muncul ketika Anda mengonsumsi gandum, sehingga memunculkan perasaan kekhawatiran," kata Helen.

    4. Lampu jalan
    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Ohio, terlalu banyak cahaya di kamar tidur baik itu dari lampu jalan, lampu malam, atau bahkan cahaya dari tv, memicu dampak negatif pada otak.

    Dari penelitian pada hewan, mereka menemukan cahaya di malam hari dapat menyebabkan perubahan pada hippocampus. Bagian tersebut merupakan area pada otak yang berhubungan dengan depresi.

    5. Internet
    Dalam sebuah penelitian di Cina tahun lalu pada 1000 remaja, diketahui mereka yang menggunakan internet berlebihan, berisiko dua setengah kali mengalami depresi.

    "Teknologi dapat membuat otak lelah. Jika Anda terus-menerus menggunakan internet atau telepon, gejala depresi akan mudah muncul," ujar Dr. Richard Graham, ahli kecanduan teknologi di Rumah Sakit Capio Nightingale, London.

    Menurutnya, penggunaan internet berlebihan dapat mengakibatkan rasa kurang percaya diri dalam realita sosial.

    Sebaliknya, orang akan mereka lebih percaya diri di dunia maya. "Jika Anda menggunakan internet lebih dari 2 jam sehari, bukan karena alasan pekerjaan, maka Anda harus berhati- hati," kata Dr. Richard.



      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 7:13 am