Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Rendah Lemak Tak Berarti Bebas Diabetes

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Rendah Lemak Tak Berarti Bebas Diabetes

    Post  julia on Sat Jul 02, 2011 10:03 am

    Rendah Lemak Tak Berarti Bebas Diabetes


    Lemak tubuh saat ini menjadi topik diskusi yang menarik. Ratusan jurnal ilmiah dan artikel kesehatan berulang kali menyebutkan bahaya si lemak tubuh terhadap kesehatan, termasuk bertanggung jawab pada terjadinya diabetes dan serangan jantung.
    Memang benar lemak tubuh yang berlebih berbahaya, tetapi tak berarti orang yang punya sedikit lemak tubuh akan terbebas dari bahaya.

    Sebuah studi yang dilakukan oleh konsorsium ilmuwan internasional menemukan bahwa kadar lemak tubuh yang rendah tidak menjamin seseorang bebas dari penyakit jantung dan diabetes. Mereka menemukan gen yang menyebabkan rendahnya lemak tubuh berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kronik.

    Para ilmuwan menyebutkan bahwa orang, terutama pria, yang membawa tipe gen tersebut mungkin saja memiliki prosentasi lemak tubuh rendah tapi pada saat yang sama bersiko tinggi menderita diabetes dan penyakit jantung.
    Dalam penelitiannya para ahli mengamati genome 75.000 orang untuk menemukan gen yang menentukan jumlah lemak dalam tubuh manusia. Gen tersebut yang disebut IRS1, ternyata berhubungan dengan kadar gula yang tinggi dan kolesterol.

    Gen tersebut hanya mengurangi tumpukan lemak di bawah kulit dan orang yang memiliki gen ini tidak bisa menyimpan lemak subkutan lebih banyak sehingga lemak tersebut menumpuk di sekeliling organ. Lemak visceral ini akan mengganggu fungsi organ-organ.

    Para peneliti juga menemukan para pria lebih rentan pada risiko tersebut dibanding wanita. Pasalnya, tubuh pria menyimpan sedikit lemak sehingga lebih sensitif pada perubahan distribusi lemak.


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:08 pm