Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit, Waspadai Serangan Jantung

    Share

    zuko

    152
    25.06.11

    Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit, Waspadai Serangan Jantung

    Post  zuko on Sun Jul 03, 2011 1:22 am

    Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit, Waspadai Serangan Jantung


    Meski bisa saja muncul tiba-tiba tanpa gejala, serangan jantung bisa juga didahului dengan keluhan nyeri dada. Segera cari pertolongan ke rumah sakit jika mendadak mengalami nyeri dada dan tidak hilang hingga lebih dari 15 menit.

    Nyeri dada yang menandakan terjadinya serangan jantung biasanya dirasakan tepat di belakang tulang dada, atau dalam istilah medisnya retrosternal pain. Jenis nyerinya bervariasi, bisa seperti ditekan benda berat, diperas (squeezed) atau ditusuk-tusuk.

    Meski pada setiap orang tidak selalu sama, kadang-kadang nyeri dada yang dirasakan sebelum terjadi serangan jantung juga bisa disertai gangguan napas hingga terasa sesak. Gejala lain yang sering menyertainya adalah keringat dingin dan kulit pucat.

    "Jika nyeri dada berlangsung lebih dari 15 menit, waspadai serangan jantung. Apalagi kalau diketahui memang punya faktor risiko," ungkap ahli jantung dari RS Premier Jatinegara, Dr Pradana Tedjasukmana, SpJP dalam jumpa pers "Pfizer 3 Ring Peduli Kolesterol" di Senayan City.

    Faktor risiko yang dimaksud Dr Tedja antara lain berat badan berlebih atau obesitas, punya kebiasaan merokok dan berusia 40 tahun ke atas. Selain itu, riwayat keluarga yang punya masalah jantung serta kelebihan kadar kolesterol juga turut meningkatkan faktor risiko.

    Jika mengalami sendiri atau menemukan orang dengan gejala seperti itu, langkah yang paling tepat adalah membawanya ke rumah sakit sesegera mungkin. Makin lama waktu yang terbuang, dikhawatirkan akan makin banyak otot jantung yang mengalami kerusakan.

    Meski demikian, serangan jantung bisa juga muncul tiba-tiba tanpa didahului oleh nyeri dada. Diperkirakan 80 persen kasus serangan jantung yang menyebabkan kematian terjadi secara mendadak, 50 persen di antaranya tanpa didahului gejala yang spesifik.

    Kelompok yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung secara mendadak tanpa didahului gejala seperti disampaikan Dr Tedja adalah sebagai berikut.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 10:51 am