Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Yesterday at 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Yesterday at 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Kenapa Ibu Hamil Sangat Sensitif dengan Bau?

    Share

    rizka

    80
    23.05.11

    Kenapa Ibu Hamil Sangat Sensitif dengan Bau?

    Post  rizka on Sun Jul 03, 2011 3:16 am

    Kenapa Ibu Hamil Sangat Sensitif dengan Bau?



    Ketika hamil seorang perempuan bisa menjadi sangat sensitif terhadap bau-bau tertentu yang sebelumnya bisa diterima dengan baik. Kenapa bisa begitu?

    Seperti halnya beberapa perubahan lain yang terjadi selama hamil, maka ibu hamil biasanya juga mengalami perubahan terhadap indera penciuman yang menjadi lebih sensitif. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatkan kadar hormon estrogen di dalam tubuhnya.

    Studi tahun 2002 yang dilakukan oleh Philadelphia's Monell Chemical Senses Center menunjukkan bahwa perempuan dengan kadar hormon estrogen tinggi memiliki sensitivitas yang lebih besar. Kondisi ini juga bisa terjadi pada perempuan saat masa subur, seperti dikutip dari Health.Howstuffworks.

    Para peneliti menuturkan bahwa kepekaan yang lebih tinggi terhadap bau dan rasa yang dialami oleh ibu hamil kadang bisa memicu terjadinya morning sickness, serta ia menjadi lebih selektif dalam memilih.

    Meski begitu di lain sisi peneliti beranggapan hal ini bisa jadi menguntungkan karena akan melindungi ibu hamil dari makanan yang mengandung bahan kimia dan racun yang berbahaya bagi janin.

    Kondisi ini umumnya terjadi pada awal kehamilan saat tubuh masih harus beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi selama hamil terutama fluktuasi hormon di dalam tubuh. Namun tidak semua ibu hamil memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap bau tertentu.

    Sebuah studi menunjukkan beberapa bau dari makanan atau minuman seperti bau kopi, daging, beberapa produk susu dan makanan berbumbu tajam umumnya tidak disukai oleh ibu hamil di masa-masa awal kehamilannya.

    Untuk mengatasinya ibu hamil sebaiknya mencoba untuk menghindari aroma yang bisa memperburuk kondisinya, misalnya meminta pasangan untuk tidak menggunakan parfum yang tidak disukai atau menghindari bau makanan tertentu.

    Serta bisa juga diatasi dengan membuka jendela agar memberikan ventilasi yang baik sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran udara atau menyium aroma menenangkan seperti mint, lemon atau bau lain yang disukainya.



      Waktu sekarang Tue Jan 17, 2017 12:17 am